Rumah Warga Bantaran Sungai Rusak Usai Tongkang Batu Bara Tabrak Jembatan Mahulu

oleh -320 Dilihat
Sebuah Tongkang yang menabrak Jembatan Mahulu Samarinda (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Keheningan dini hari di bantaran Sungai Mahakam mendadak pecah. Benturan keras dari arah sungai membangunkan warga dan meninggalkan jejak kerusakan di tepian air, ketika dua tongkang bermuatan batu bara menabrak kaki Jembatan Mahakam Ulu dan menghantam rumah warga di Samarinda.

Insiden itu terjadi pada Minggu (04/01/2026) sekitar pukul 01.17 WITA, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir. Dua unit tongkang dilaporkan kehilangan kendali saat melintas di kawasan tersebut.

Warga setempat mengaku terkejut oleh suara mesin kapal yang tidak biasa, disusul teriakan awak kapal dari tengah sungai. Suara tersebut terdengar beberapa saat sebelum tabrakan terjadi.

Ketua RT 17 Jalan Cipto Mangunkusumo, Setia Budi, mengatakan tanda-tanda gangguan sudah terdengar dari jarak puluhan meter. Menurutnya, awak kapal berteriak karena tidak mampu mengendalikan laju tongkang.

Setia Budi menjelaskan, kedua tongkang tampak berputar di perairan seolah berusaha mencari posisi aman untuk bertambat. Namun, upaya tersebut gagal hingga salah satu tongkang menghantam bagian belakang rumah warga yang berada tepat di bantaran sungai.

Saat kejadian, seluruh penghuni rumah masih tertidur. Di dalam rumah terdapat lima orang, termasuk anak-anak, yang langsung menyelamatkan diri setelah mendengar suara benturan dari arah sungai.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerusakan material dialami pemilik rumah, terutama di bagian dapur yang ambruk dan jatuh ke Sungai Mahakam akibat benturan.

Pemilik rumah, Ribut Waluyo, menyampaikan sebagian besar peralatan dapurnya hilang terseret arus sungai. Sejumlah barang rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, kompor, hingga tabung gas elpiji dilaporkan hanyut.

Ribut mengaku telah tinggal di lokasi tersebut selama lebih dari satu dekade dan baru pertama kali mengalami kejadian serupa. Ia berharap ada pertanggungjawaban dari pihak pemilik kapal atas kerugian yang dialaminya.

Dari keterangan kepolisian, insiden ini melibatkan dua unit tongkang bermuatan batu bara. Tongkang Roby 311 ditarik Tugboat Bloro 7, sementara tongkang Danny 95 ditarik Tugboat Raja Laksana 166.

Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, mengatakan laporan dari masyarakat diterima sekitar pukul 01.30 WITA. Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan awal dan pengecekan situasi.

Aparat gabungan dari Pamapta dan Polairud Polresta Samarinda mengamankan seluruh awak kapal untuk dimintai keterangan. Unit Gakkum Polairud kini mendalami penyebab kejadian, termasuk kemungkinan kesalahan manuver atau faktor teknis, serta melakukan pengecekan lanjutan atas dampak yang ditimbulkan. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *