Ulasankltim.id, Samarinda – Gelombang manusia kembali memadati kawasan Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, pada peringatan 5 Rajab. Sejak sore hingga malam hari, arus jemaah terus mengalir tanpa henti, menciptakan suasana khidmat yang menandai salah satu momen keagamaan terbesar di Kalimantan Selatan.
Pelaksanaan 5 Rajab tahun ini mencatat rekor kehadiran tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan. Aparat kepolisian memperkirakan jumlah jemaah mencapai sekitar 4.950.000 orang pada Minggu (28/12/25).
Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada peringatan 5 Rajab 2024, jemaah tercatat sekitar 3,3 juta orang, sementara kegiatan rutin malam Senin pada awal Januari 2025 diikuti sekitar 4,1 juta orang.
Kapolres Banjar, AKBP Fadli, menjelaskan bahwa angka tersebut diperoleh melalui metode analisis data sinyal telepon seluler. Perhitungan dilakukan dengan memantau aktivitas jaringan dari sejumlah operator yang terdeteksi di wilayah Sekumpul dan sekitarnya.
Menurut Fadli, data dikumpulkan dari beberapa penyedia layanan seluler, di antaranya Telkomsel, XL, dan Indosat. Cakupan analisis meliputi wilayah Kabupaten Banjar hingga Kota Banjarbaru.
Ia menyampaikan keterangan tersebut saat ditemui di Posko Terpadu Kabupaten Banjar pada Minggu malam. Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh estimasi jumlah jemaah secara lebih akurat.
Lonjakan jemaah mulai terlihat signifikan setelah waktu salat Magrib. Sejak saat itu, arus kedatangan terus meningkat dan memadati jalur-jalur utama menuju Sekumpul.
Kondisi cuaca sempat diwarnai gerimis ringan. Namun, situasi tersebut tidak menghambat antusiasme jemaah untuk mengikuti rangkaian kegiatan peringatan 5 Rajab.
Kepadatan terlihat di sejumlah titik strategis, termasuk di sepanjang Jalan Ahmad Yani yang menjadi salah satu akses utama menuju lokasi kegiatan.
Meski dihadiri jutaan orang, pelaksanaan kegiatan secara umum berlangsung tertib. Aparat keamanan bersama petugas terkait melakukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan di lapangan.
“Lonjakan mulai terasa setelah Magrib. Alhamdulillah pelaksanaan berjalan tertib dan khidmat,” ujar Fadli.
Dari aspek kesehatan, pihak kepolisian mencatat adanya empat jemaah yang meninggal dunia selama kegiatan berlangsung. Seluruhnya diduga meninggal akibat kondisi sakit.
Fadli merinci, dua jemaah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Ratu Zalecha, satu jemaah meninggal di Kecamatan Simpang Empat, dan satu lainnya meninggal di lokasi menjelang majelis rutin sebelum dibawa pulang oleh pihak keluarga. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









