Evakuasi Dramatis, Pria di Samarinda Ulu Ditemukan Meninggal di Rumah Sendiri Diduga Sudah 4 Hari

oleh -314 Dilihat
Tim Palang Merah Indonesia (PMI) saat melakukan evakuasi jasad korban yang berada dilantai 2 (Foto : Fer)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Warga Jalan S. Parman RT 02, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, dikejutkan oleh penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam rumahnya pada Kamis (13/11/25) malam, sekitar pukul 22.20 WITA.

Aroma tak sedap yang tercium dari sekitar rumah korban membuat warga curiga dan segera melapor ke pihak kepolisian. Tak lama kemudian, Unit Piket Pamapta Polresta Samarinda bersama tim Inafis Polresta Samarinda, Polsek Samarinda Ulu, serta relawan PMI tiba di lokasi.

“Malam ini kami menerima laporan adanya penemuan mayat. Berdasarkan hasil olah TKP sementara, korban diperkirakan telah meninggal sekitar empat hari lalu,” ujar IPDA Sactio dari Pamapta Polresta Samarinda.

Menurutnya, perkiraan waktu kematian didasarkan pada kondisi tubuh korban yang telah membusuk dan munculnya belatung dengan panjang sekitar 4 sentimeter. “Korban ditemukan di kamar tidur lantai dua rumahnya. Untuk tanda-tanda kekerasan masih belum bisa kami simpulkan karena kondisi jenazah sudah membusuk,” tambahnya.

Diketahui korban bernama Usman, berusia sekitar 55 tahun, dan tinggal seorang diri. Penemuan jasad bermula dari kecurigaan keponakannya yang sudah beberapa hari tak bisa menghubungi korban.

“Dari informasi keluarga, korban terakhir dihubungi Sabtu atau Minggu lalu. Karena motornya tidak pernah bergerak, akhirnya keponakannya datang mengecek dan mendapati kondisi seperti ini,” jelas IPDA Sactio.

Ketua RT 02 Gunung Kelua, Siti Fatimah, membenarkan bahwa korban dikenal sebagai warga yang jarang berinteraksi dan hidup sendiri.
“Namanya Pak Usman, umurnya sekitar 55 tahun. Dua hari tidak kelihatan, adiknya datang ke rumah saya minta tolong karena rumahnya terbuka tapi gelap. Saat kami dekati, tercium bau tak sedap dari dalam,” ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi korban yang sudah membengkak dan area tangga rumah yang sempit. Tim evakuasi akhirnya menurunkan jasad korban melalui jendela lantai dua dengan cara diikat tali dan diturunkan perlahan, dibantu oleh tim Palang Merah Indonesia (PMI).

Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian. (Fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *