Ulasankaltim.id, Samarinda – Insiden kecelakaan air terjadi di kawasan Perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Rumah Makan Tepi Mahakam, Jl. H. Jahrah No. 007 RT 07, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WITA di tengah hujan deras dan angin kencang. Selasa (14/01).
Peristiwa bermula saat tongkang BG. Merine Fower 3036, yang sedang ditarik oleh kapal tunda TB. MHKL 205, mengalami putus tali towing ketika berada di zona antrian pengolongan kapal di Jembatan Mahakam, Samarinda. Akibatnya, tongkang kehilangan kendali dan hanyut ke arah kiri, sebelum akhirnya menabrak bangunan Rumah Makan Tepi Mahakam.
Tabrakan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan rumah makan, termasuk atap, plafon, tiang, perabotan elektronik seperti AC, kipas angin, mesin kopi, televisi, sistem suara, lampu LED, hingga anjungan panggung spot foto di lantai 1 dan 2. Pemilik rumah makan memperkirakan kerugian mencapai Rp 2 miliar, namun jumlah tersebut masih dalam proses perincian.
Pasca kejadian, kapten kapal TB. MHKL 205 segera menghubungi bagian kapal asistensi pemanduan di Jembatan Mahakam untuk meminta bantuan dalam menangani insiden tersebut. Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polresta Samarinda juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Cuaca buruk diduga menjadi faktor utama penyebab putusnya tali towing. Kondisi hujan deras dan angin kencang pada saat kejadian membuat manuver kapal menjadi sulit dikendalikan.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki insiden tersebut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, sekaligus mendata kerugian yang dialami oleh Rumah Makan Tepi Mahakam. Pihak rumah makan dan operator kapal diharapkan dapat menjalin komunikasi untuk menyelesaikan masalah ini secara hukum dan kekeluargaan. (FER)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









