BI Kaltim dan KDEKS Percepat Pengembangan Ekonomi Syariah melalui KalaFest 2026

oleh -203 Dilihat
Penandatangan Nota Kesepahaman Penguatan Literasi Wakaf di Perguruan Tinggi saat pembukan Kala Fest 2026 (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Upaya memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur terus digencarkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan KalaFest 2026 yang digelar di pelataran Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Jumat (8/5/2026).

Festival yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan itu menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia. Kegiatan tersebut menghadirkan pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas masyarakat dalam satu ruang kolaborasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengatakan penguatan ekonomi syariah membutuhkan dukungan bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Bank Indonesia terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta mitra strategis lainnya.

Menurut dia, KalaFest bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga sarana memperluas pengembangan sektor ekonomi berbasis syariah di Kalimantan Timur. Sejak pertama kali digelar pada 2024, festival tersebut menjadi ruang integrasi berbagai program ekonomi dan keuangan syariah.

Pada penyelenggaraan tahun ini, KalaFest mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital di Kalimantan Timur”. Tema itu dinilai relevan dengan tantangan pengembangan ekonomi modern yang semakin berbasis teknologi.

Jajang menilai transformasi digital memiliki peran penting dalam memperluas akses layanan keuangan syariah. Selain meningkatkan efisiensi, digitalisasi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkuat daya saing di tengah perubahan ekonomi yang cepat.

Ia menegaskan Bank Indonesia akan terus mendorong kerja sama dengan berbagai elemen, mulai dari pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, pondok pesantren, hingga masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar pengembangan ekonomi syariah dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.

“KalaFest 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk mempercepat dan memperluas peran ekonomi syariah sebagai pilar pembangunan daerah yang inklusif, produktif, berkelanjutan, serta membawa keberkahan bagi masyarakat,” kata Jajang saat memberikan sambutan pembukaan acara.

Selain memperkuat kolaborasi, Bank Indonesia juga terus menjalankan program peningkatan literasi dan akses pembiayaan syariah bagi pelaku UMKM. Salah satunya melalui program BIMA ETAM atau Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM.

Program yang mulai berjalan sejak 2025 itu telah melibatkan lebih dari 1.000 pelaku UMKM di Kalimantan Timur. Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha mendapatkan pendampingan serta akses terhadap pembiayaan produktif.

Penguatan UMKM dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi syariah di daerah. Sektor usaha kecil dan menengah dianggap memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus penciptaan lapangan kerja.

Melalui pelaksanaan KalaFest 2026, Bank Indonesia dan seluruh mitra terkait berharap ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Timur dapat tumbuh lebih kuat. Kolaborasi yang dibangun juga diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *