Ulasankaltim.id, Samarinda – Pergantian tahun 2026 di Kota Samarinda tidak sepenuhnya disambut dengan rasa suka cita. Di tengah harapan akan awal yang lebih baik, sebagian warga justru dihadapkan pada kecemasan akibat lonjakan tagihan air bersih yang dinilai tidak wajar dan membebani.
Keluhan tersebut mencuat setelah sejumlah warga membagikan pengalaman mereka terkait kenaikan tarif pembayaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Samarinda. Nilai tagihan yang melonjak drastis dibanding bulan sebelumnya menimbulkan tanda tanya di kalangan pelanggan.
Isu ini menjadi perhatian publik setelah diunggah oleh akun media sosial Instagram @Kabarsamarinda_Official. Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan keresahan warganet terkait pembayaran air yang lebih mahal dari biasanya, sekaligus mempertanyakan apakah kondisi serupa dialami pelanggan lain.
Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian pengguna Instagram dan menjadi viral. Sejumlah warganet membanjiri kolom komentar untuk menyampaikan keluhan dan pengalaman pribadi mereka terkait besarnya tagihan PDAM yang diterima pada awal tahun ini.
Salah satu warganet dengan akun @muhammad_mm46 mengaku terkejut dengan nominal pembayaran yang mencapai Rp1,5 juta. Ia mempertanyakan kewajaran angka tersebut dan turut menyoroti pelayanan petugas pengaduan yang dinilai kurang ramah dalam menangani keluhan pelanggan.
Keluhan serupa disampaikan oleh akun @nanian_1409. Ia mengungkapkan bahwa tagihan air di rumahnya melonjak dari sekitar Rp500 ribu menjadi lebih dari Rp1 juta, meski rumah tersebut jarang ditempati dalam sebulan terakhir.
Sementara itu, akun @marianarahayu89 menilai pengaduan kepada PDAM tidak memberikan solusi berarti. Ia menyampaikan kekecewaannya karena meski keluhan disampaikan, kondisi layanan air dinilai tidak mengalami perbaikan.
Hingga saat ini, unggahan @Kabarsamarinda_Official tercatat telah disukai sebanyak 1.716 kali, mendapat 200 komentar, repost mendapat 19 kali, serta dibagikan sebanyak 363 kali, menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap persoalan tersebut.
Mayoritas komentar yang masuk berisi keluhan terkait kenaikan pembayaran air yang signifikan. Selain itu, warga juga menyoroti masalah klasik berupa distribusi air yang tidak lancar dan sering tidak mengalir di sejumlah wilayah Kota Samarinda.
Kondisi ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap layanan dasar yang seharusnya dapat diakses secara layak dan terjangkau. Warganet berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan terbuka serta solusi konkret atas kenaikan tarif dan kualitas pelayanan PDAM di Kota Samarinda. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









