Ulasankaltim.id, Penajam Paser Utara – Anggota DPD RI, Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M.Si, melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (4/6/25).
Kedatangan Senator asal Kalimantan ini disambut langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di kawasan pusat pemerintahan baru yang kini tengah dalam percepatan pembangunan.
Dalam kunjungannya, Yulianus tidak datang sendiri. Ia turut mengajak beberapa pengusaha lokal dari Kalimantan Timur untuk melihat langsung progres pembangunan IKN.
Menurut Yulianus, kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai isu-isu strategis yang berkembang, terutama terkait sektor perumahan rakyat dan iklim investasi di kawasan IKN.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan IKN benar-benar berjalan dan tidak terkendala, khususnya dalam hal pemukiman dan perizinan investasi,” ujar Yulianus dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa isu-isu tersebut akan dibawa ke rapat paripurna DPD RI sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan nasional ke depan.
Yulianus juga menyoroti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta perubahan yang tertuang dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Menurutnya, perubahan regulasi tersebut sejatinya bertujuan untuk memberikan kemudahan perizinan bagi masyarakat dan pelaku usaha, khususnya di sektor perumahan dan permukiman.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dalam pertemuan tersebut mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya berita hoaks yang menyebutkan bahwa pembangunan IKN mangkrak.
“Ada banyak informasi tidak benar beredar di media sosial. Jika masyarakat melihat langsung, saya yakin mereka akan terpesona dengan progres pembangunan yang ada,” ujar Basuki.
Ia menambahkan, IKN terus dibangun secara bertahap sesuai rencana, dan sejumlah infrastruktur penting sudah mulai beroperasi, termasuk layanan publik dasar.
saat ini Otoritas IKN sedang berfokus kepada pembangunan gedung pusat perkantoran Legislatif segingga pada tahun 2028 semuanya sudah dapat digunakan.
“Saat ini Otoritas IKN membangun gedung DPR/DPD dan MPR RI serta Yudikatif yang dijadwalkan rampung pada tahun 2027 dan nantinya semua dapat berkantor secara bersama-sama pada tahun 2028”
Menanggapi hal itu, Yulianus mengaku puas setelah menyaksikan langsung kondisi terkini di lapangan. Ia menyebut pembangunan IKN sebagai proyek masa depan bangsa yang patut diapresiasi.
“Setelah melihat dengan mata kepala sendiri, saya sangat takjub. Pemerintah bekerja dengan cepat dan konsisten. Ini perlu kita dukung bersama,” ucap Yulianus.
Sebagai bagian dari agenda kunjungan, Yulianus juga meninjau Rumah Sakit Hermina Nusantara, yang menjadi rumah sakit pertama yang beroperasi di wilayah IKN.
Kehadiran fasilitas kesehatan ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa pembangunan IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pelayanan dasar masyarakat.
Direktur Utama RS Hermina Nusantara, Dr. Stefanus Dony, menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut sudah mulai melayani masyarakat sekitar sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 11 Oktober 2024 lalu.
“Kami siap mendukung kebutuhan layanan kesehatan di wilayah IKN. Rumah sakit ini hadir untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat,” jelas Dony.
Kunjungan ini diharapkan menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat daerah dan pemerintah pusat, terutama dalam memastikan pembangunan IKN berjalan sesuai prinsip keberlanjutan.
Yulianus berharap ke depan koordinasi antara legislatif, otorita, dan pelaku usaha semakin erat dalam mendukung akselerasi pembangunan Ibu Kota Negara.
Ia juga menegaskan pentingnya narasi positif dalam mendukung proyek strategis nasional seperti IKN, agar masyarakat tidak terjebak dalam disinformasi yang menyesatkan.
Dengan hasil kunjungan ini, Yulianus menyatakan akan membawa seluruh temuan dan aspirasi ke forum resmi DPD RI untuk menjadi bahan pertimbangan penguatan kebijakan nasional. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









