Samarinda Resah, Gubernur Kaltim Investigasi Kualitas BBM

oleh -943 Dilihat
Gubernur Kaltim H. Rudi Mas'ud melakukan sidak ke SPBU di Jl. Slamet Riyadi ( Foto : Fer)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Deru mesin yang tak lagi mulus. Suara kendaraan yang tersendat di jalanan Samarinda bukan sekadar gangguan biasa. Dalam hitungan hari, keluhan masyarakat membanjiri media sosial terkait dengan kendaraan mereka brebet, tersendat, bahkan mati mendadak setelah mengisi BBM jenis Pertalite dan Pertamax.

Fenomena ini menciptakan kecemasan. Warga bertanya-tanya: ada apa dengan bahan bakar di kota ini?

Merespons kegelisahan itu, Gubernur Kalimantan Timur H. Rudi Mas’ud tak tinggal diam. Ia memilih langkah taktis turun langsung ke lapangan. Sabtu pagi (5/4/2025), ia memimpin inspeksi mendadak ke dua SPBU di Samarinda.

Didampingi Anggota DPRD Provinsi Kaltim Abdul Giaz dan Adib, manajer regional dari Kilang Pertamina Balikpapan, sidak ini bukan hanya formalitas melainkan bentuk nyata kepedulian dan keberpihakan pada rakyat.

Lokasi pertama yang dituju adalah SPBU Coco 61.75102 di Jalan Slamet Riyadi. Setelahnya, rombongan meluncur ke SPBU 64.75109 di Jalan PM Noor. Keduanya disebut-sebut sebagai titik awal dari puluhan kendaraan yang bermasalah.

Di hadapan publik dan media, Gubernur langsung membuka tangki timbun. Alat pengukur density dan pasta air digunakan untuk mendeteksi satu hal: adakah kontaminasi dalam BBM yang dijual?

“Saya datang bukan untuk pencitraan. Ini bentuk tanggung jawab saya kepada masyarakat,” ucap Gubernur dengan nada serius dan penuh tekanan.

Hasil uji awal memang menunjukkan bahwa Pertalite dan Pertamax masih sesuai spesifikasi. Namun, bagi Gubernur, itu belum cukup. Ia ingin jawaban lebih dalam lebih pasti.

Ia memerintahkan pengambilan sampel BBM untuk dibawa ke laboratorium. “Kita ingin tahu kandungan sulfur, zat aditif, dan potensi pencemaran lainnya,” katanya tegas.

Tak hanya itu, ia meminta transparansi penuh dari Pertamina. “Saya minta bill of loading-nya diunggah ke akun resmi Pertamina. Biar publik bisa lihat, tak ada yang ditutup-tutupi.”

Kepada warga, Gubernur menyampaikan pesan penting. “Bila kendaraan Anda rusak setelah mengisi BBM, segera laporkan ke hotline 135. Jangan diam.”

Sementara itu, Abdul Giaz, Anggota DPRD yang turut hadir dalam sidak, membagikan fakta yang mengejutkan. Ia telah mengambil langsung sampel BBM dari kendaraan warga yang rusak.

“Kita tak bisa mengabaikan kenyataan di lapangan. Mesin rusak, kendaraan mogok, bahkan sampai servis besar ini nyata terjadi,” ujarnya penuh keprihatinan.

Polresta Samarinda dan pihak Pertamina sebelumnya juga sudah melakukan pengecekan. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan air di dalam tangki timbun.

Namun, misteri masih menyelimuti. Jika tangki SPBU bersih, dari mana datangnya masalah yang menyebabkan mesin kendaraan nyaris lumpuh?

“Kami belum puas. Fakta di lapangan berbicara lebih keras daripada hasil laboratorium,” kata Giaz. “Kami akan terus mencari sampai akar persoalan ditemukan.”

Dalam tensi yang kian meningkat, masyarakat berharap agar pemerintah dan lembaga terkait tidak berhenti sampai di sini.

Apa pun hasil akhirnya, kepercayaan publik harus dikembalikan. Tak boleh ada lagi ketakutan saat mengisi BBM. Tak boleh ada lagi keraguan setiap kali mesin dihidupkan.

Gubernur pun menutup sidaknya dengan satu janji: “Saya akan pastikan semuanya terbuka. Tidak ada yang boleh dirugikan.” (Fer)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *