Ulasankaltim.id, Samarinda – Upaya pelarian salah satu tahanan yang sempat kabur dari sel Polsek Samarinda Kota akhirnya berakhir. Yusril alias Unyil berhasil diamankan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, berkat kerja sama antara Polda Kalimantan Timur dan Polda Kalimantan Tengah.
Sebelumnya, sebanyak 15 tahanan diketahui melarikan diri dari sel Polsek Samarinda Kota pada Minggu (19/10) lalu. Dari jumlah tersebut, 14 orang telah berhasil diamankan kembali oleh petugas gabungan.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, dua orang tahanan terpantau kamera pengawas (CCTV) berjalan kaki di kawasan Kilometer 6 Loa Janan. Keduanya diduga merupakan Risantus Dominikus Werong dan Yusril alias Unyil yang berusaha kabur ke luar kota.
Pada Jumat (25/10), Risantus berhasil diamankan di Palangkaraya saat berada di rumah kakak kandungnya. Sementara itu, pada Selasa (28/10) pagi, Unyil juga berhasil ditangkap tanpa perlawanan oleh tim gabungan.
Saat ini, Unyil diamankan di Mapolresta Palangkaraya sebelum dipindahkan kembali ke Kota Samarinda untuk proses hukum lebih lanjut.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro, saat ditemui Ulasankaltim.id di Mapolresta Samarinda, Selasa sore (28/10), mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan langkah maksimal dalam pengejaran para tahanan yang sempat kabur.
“Hari ini sudah kita lakukan upaya semaksimal mungkin. Dari 15 tahanan yang kabur, sudah 14 orang berhasil kita tangkap kembali. Dua orang kita amankan di wilayah Kalimantan Tengah, tepatnya di Palangkaraya.

Tinggal satu orang lagi yang masih dalam pengejaran, dan kami terus berupaya untuk menangkapnya,” ujar Irjen Pol Endar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah membantu memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama masyarakat yang telah memberikan informasi. Harapan saya, masyarakat tetap tenang dan dapat beraktivitas seperti biasa tanpa merasa terganggu dengan situasi ini,” tambahnya.
Pasca peristiwa kaburnya belasan tahanan tersebut, jajaran kepolisian melakukan peningkatan pengamanan di sejumlah rumah tahanan sementara dan memperketat prosedur pengawasan terhadap narapidana titipan.
Langkah evaluasi juga tengah dilakukan, termasuk pemeriksaan internal untuk memastikan tidak ada kelalaian dalam pengawasan.
Selain itu, patroli di sejumlah wilayah rawan di Kota Samarinda turut ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan keberadaan tahanan yang masih buron.
Keberhasilan penangkapan ini menjadi bukti sinergi dan koordinasi yang baik antara jajaran kepolisian di dua provinsi tersebut, sekaligus menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga rasa aman di tengah masyarakat. (Fer)










