Ulasankaltim.id, Samarinda – Seorang pekerja dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam usai terpeleset dari atas ponton saat membongkar kayu logging di area pabrik kayu lapis PT Kalamur, Jalan Ekonomi, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kamis (13/11) sore.
Korban diketahui bernama Arbainsyah (46), seorang pekerja borongan yang saat itu tengah melakukan aktivitas bongkar muat kayu di atas tongkang yang bersandar di tepi sungai.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasatpolairud Polresta Samarinda) Kompol Rachmat Aribowo, melalui Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) IPDA Reza Setiawan Lubis, membenarkan adanya laporan terkait insiden tersebut.
“Benar, kami menerima laporan adanya orang tenggelam di kawasan PT Kalamur, tepatnya di perairan Sungai Mahakam sekitar pukul 15.00 Wita. Korban atas nama Arbainsyah, berusia 46 tahun, merupakan pekerja borongan di perusahaan tersebut,” ujar IPDA Reza saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Menurut keterangan sementara dari saksi di lapangan, korban diduga terpeleset saat melakukan aktivitas bongkar muat kayu dari atas tongkang. Salah satu saksi, Andi, yang juga merupakan rekan kerja korban, sempat melihat langsung momen korban terjatuh ke air.
“Saksi melihat korban terpeleset dan jatuh ke sungai. Namun setelah itu korban tidak muncul lagi di permukaan. Dugaan sementara, korban terpeleset dan kemungkinan kepalanya terbentur sehingga pingsan dan kehilangan kesadaran sebelum tenggelam,” jelas Reza.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpolairud Polresta Samarinda bersama BPBD Kota Samarinda dan warga sekitar segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Area sekitar tongkang telah dipasangi tanda sebagai Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mempermudah proses penyelidikan dan evakuasi.
“Setelah menerima laporan, anggota piket langsung turun ke TKP bersama BPBD dan masyarakat. Kami melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban terjatuh. Pencarian dilakukan hingga radius beberapa meter dari tongkang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian masih mendalami apakah korban memiliki kemampuan berenang.
“Informasi mengenai apakah korban bisa berenang atau tidak masih kami dalami. Tim masih fokus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian,” tambahnya.
Hingga Kamis malam, korban belum ditemukan, dan upaya pencarian masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan. Pihak kepolisian mengimbau perusahaan agar memperketat prosedur keselamatan kerja, terutama bagi pekerja yang beraktivitas di area perairan dan bongkar muat.
“Kami mengimbau agar pihak perusahaan lebih memperhatikan faktor keselamatan kerja di lapangan, termasuk penyediaan alat pelindung diri seperti pelampung bagi pekerja yang beraktivitas di sekitar sungai,” tutup IPDA Reza. (Fzi)










