Mayat Laki-Laki Mengapung di Sungai Lais Gegerkan Warga Sungai Kapih

oleh -289 Dilihat
Petugas Inafis dan Relawan saat melakukan evakuasi jasad untuk dibawa ke Rumah Sakit (Foto : Fer)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Sore yang tenang di Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, mendadak berubah menjadi kepanikan. Di tengah aliran tenang Sungai Lais, sesosok tubuh manusia tampak mengapung tanpa gerak. Pemandangan itu sontak membuat warga berlarian ke tepi sungai, tak percaya dengan apa yang mereka lihat, Selasa (11/11/2025) sore.

Penemuan mengerikan itu terjadi sekitar pukul 15.25 Wita. Sejumlah warga yang sedang beraktivitas di sekitar Jalan Peternakan melihat tubuh seseorang terbawa arus. Tanpa menunggu lama, mereka melapor ke pihak berwenang.

Tak berselang lama, petugas Polres Samarinda tiba di lokasi bersama tim gabungan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Inafis, serta relawan Palang Merah Indonesia (PMI). Mereka segera berkoordinasi untuk melakukan proses evakuasi.

Upaya pengangkatan jasad tidak berlangsung mudah. Arus sungai yang cukup deras dan posisi korban yang berada di tengah aliran membuat petugas harus berhati-hati. Setelah hampir dua jam, jenazah akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 17.45 Wita.

Pamapta II Polres Samarinda, Ipda Yudiansyah, membenarkan adanya temuan tersebut. “Benar, telah ditemukan mayat laki-laki mengapung di Sungai Lais. Evakuasi dilakukan bersama tim gabungan dari DKP, Inafis, dan PMI,” ujarnya di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, laporan awal diterima dari area Pelabuhan Pasar Bagi sekitar pukul 15.25 Wita. Tim segera bergerak menuju lokasi penemuan untuk memastikan kondisi korban dan melakukan penanganan awal.

Saat ditemukan, posisi tubuh korban tengkurap, sehingga wajahnya sulit dikenali. Kondisi itu menyulitkan petugas melakukan identifikasi di tempat kejadian. “Untuk sementara, identitas korban belum diketahui,” kata Yudiansyah.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan dokumen pribadi atau kartu identitas di sekitar lokasi. Petugas pun membawa jenazah ke rumah sakit untuk menjalani proses autopsi dan pemeriksaan lanjutan.

“Langkah berikutnya adalah pemeriksaan forensik guna memastikan penyebab kematian. Kami juga masih menelusuri kemungkinan adanya laporan orang hilang yang sesuai,” tambahnya.

Meski sempat terhambat kondisi medan, koordinasi cepat antara tim Inafis, DKP, dan relawan PMI membuat proses evakuasi berjalan lancar. Warga sekitar juga membantu mengamankan area selama proses berlangsung.

Sementara itu, polisi kini mengumpulkan keterangan dari warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian. Langkah ini dilakukan untuk menelusuri kemungkinan saksi yang melihat korban sebelum ditemukan.

“Setelah proses identifikasi selesai, kami akan menyampaikan hasilnya secara resmi kepada publik,” tutup Ipda Yudiansyah. (Fer)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *