Korban Meninggal Dunia di Guest House Belatuk, Kesehatan Diduga Jadi Penyebab Utama

oleh -424 Dilihat
Petugas Inafis Polresta Samarinda dan PMI Melakukan Evakuasi Terhadap Korban (Foto : FER)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Warga Kota Samarinda dikejutkan dengan penemuan mayat seorang perempuan di Guest House Belatuk, yang terletak di Jalan Belatuk 12 No. 1, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (18/12). Korban yang ditemukan meninggal dunia diketahui bernama TMT, seorang wanita berusia 72 tahun yang selama ini tinggal di guest house tersebut bersama suaminya.

Herdi (35), yang merupakan karyawan guest house tersebut, mengungkapkan bahwa ia sempat melihat korban tertidur di meja setrika pada sekitar pukul 07.00 Wita. Herdi mengatakan bahwa saat itu ia tidak curiga atau melihat adanya tanda-tanda yang mengarah pada kejadian buruk. Namun, beberapa jam kemudian, sekitar pukul 11.45 Wita, Herdi kembali naik ke lantai 4 untuk mengambil alat pel dan memutuskan untuk mengecek keberadaan korban.

Curiga korban belum kembali ke kamarnya, Herdi kemudian mengetuk pintu kamar mandi, namun tidak ada jawaban. Pada pukul 11.50 Wita, saksi lalu memutuskan untuk mengambil kunci serep dari pos keamanan dan membuka pintu kamar mandi. Ia terkejut saat menemukan korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan posisi tersungkur di lantai kamar mandi.

Setelah menemukan korban, Herdi segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan selanjutnya petugas medis dari Inafis serta PMI Kota Samarinda datang untuk mengevakuasi jenazah. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit AWS Samarinda menggunakan ambulans untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut keterangan Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam, korban, yang sudah tinggal di Guest House Belatuk selama lebih dari tiga tahun, memiliki riwayat penyakit hipertensi. Korban diketahui rutin mengonsumsi obat untuk mengontrol tekanan darahnya, yang kemungkinan besar berkaitan dengan kondisi kesehatannya saat ditemukan meninggal dunia.

Suami korban, TSY (60), juga tinggal di guest house yang sama. Polisi mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, yang menguatkan dugaan bahwa penyebab kematian terkait dengan masalah kesehatan yang sudah diderita korban selama beberapa waktu. jelas AKP Aksarudin.

Pihak kepolisian mengamankan beberapa barang bukti berupa surat berobat dan obat-obatan yang diduga digunakan korban untuk mengatasi masalah tekanan darah tingginya. Kepolisian memastikan bahwa penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang menyebabkan kematian tersebut.

Meski demikian, AKP Aksarudin menekankan bahwa peristiwa ini tampaknya murni karena kondisi medis korban, dan tidak ada indikasi peristiwa kriminal yang menyertainya. Kasus ini pun kini dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib untuk memastikan seluruh fakta yang ada. (FER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *