Joko Iswanto: Penanganan Medis Aksi Demo Terkoordinasi dan Cepat

oleh -362 Dilihat
Petugas Gabungan Medis melakukan penanganan kepada korban di lokasi aksi (foto : Fer)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Jeritan sirene ambulans dan kepulan gas air mata mewarnai aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Senin, 1 September 2025. Di balik aksi itu, tim medis bekerja tanpa henti menangani puluhan korban yang jatuh sakit maupun terluka.

Ketua Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto, melaporkan total 38 orang mendapatkan penanganan medis dalam aksi tersebut. “Secara keseluruhan ada 38 orang yang kami tangani, terdiri dari mahasiswa dan aparat kepolisian,” ujarnya.

Penanganan dilakukan melalui tiga posko utama. Di Posko Satu, yang berlokasi di halaman Kantor PU, tercatat 31 mahasiswa mendapat pertolongan. Dari jumlah itu, 22 orang dirawat langsung di posko, 4 dirujuk ke Klinik Islamic, 2 diantar pulang ke rumah, serta 2 dibawa ke RSUD AW Sjahranie dan 1 ke RS Hermina.

Selain mahasiswa, dua aparat kepolisian juga ditangani di Posko Satu. Satu orang dirujuk ke RS Hermina, sementara satu lainnya cukup dirawat di lokasi.

Di Posko Dua, tepat di area Gedung DPRD Kaltim, satu mahasiswa terpaksa dibawa ke RS Hermina untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Sedangkan di Posko Tiga, yang berada di Gedung Dekonsep, empat mahasiswa ditangani di tempat tanpa perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Berdasarkan catatan tim medis, gejala yang dialami para korban beragam. Sebagian mengeluhkan sesak napas, pusing, dan kambuhnya penyakit asma. Ada pula yang terkena dampak gas air mata, serta beberapa mengalami luka akibat benturan benda tumpul.

Penanganan medis melibatkan 23 Satuan Relawan Kota Samarinda, PMI, Samarinda Siaga 112, serta tenaga dari berbagai rumah sakit, di antaranya RSUD AW Sjahranie, RS Hermina, RS Atma Husada, dan RS Mata Kaltim. Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Samarinda juga turut serta dalam koordinasi.

“Seluruh tim kesehatan telah melaksanakan tugas dengan baik, aman, dan penuh tanggung jawab. Penanganan korban dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, baik di posko medis maupun di rumah sakit rujukan,” jelas Joko.

Hingga malam hari, situasi berangsur kondusif. Aspirasi mahasiswa tersampaikan, aparat tetap berjaga, dan tim kesehatan memastikan korban mendapatkan perawatan. “Kami berharap sinergi ini terus terjaga demi keamanan dan keselamatan bersama,” tambahnya. (Fer)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *