Geger! Bayi Laki-Laki dengan Tali Pusar Masih Menempel Ditemukan di Tanah Kosong Jalan Gerilya

oleh -272 Dilihat
Petugas Kepolisian saat mendatangi TKP ditemukan pertama kali bayi di Jl. Grilya (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Warga di kawasan Jalan Gerilya, Gang Mandiri, RT 110, mendadak gempar dengan penemuan sesosok bayi mungil di sebuah tanah kosong. Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya.

Kondisi bayi saat pertama kali ditemukan masih bersimbah darah dan tampak menggigil kedinginan di atas tanah. Warga yang menemukan segera mengevakuasi bayi tersebut untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya.

Ketua RT 110, Norel, mengonfirmasi bahwa bayi tersebut ditemukan dengan kondisi fisik yang menunjukkan bahwa ia baru saja dilahirkan. “Bayinya laki-laki. Pas ditemukan diletakkan nggak pakai baju, masih ada ari-arinya itu nempel, belum dipotong lagi,” ujar Norel saat memberikan keterangan.

Menurut penjelasan Norel, indikasi keberadaan bayi tersebut sebenarnya sudah terdengar sejak dini hari oleh salah satu warga yang tinggal tepat di samping lokasi penemuan. Sekitar pukul 02.30 WITA, warga sempat mendengar suara gaduh dari arah tanah kosong tersebut.

“Kalau yang menemukan di samping rumah ini, bilangnya jam setengah 3 itu ada dengar kresek-kresek,” kata Norel menjelaskan kronologi awal. Namun, saat itu warga tidak menaruh curiga dan mengira bahwa suara tersebut hanyalah berasal dari aktivitas kucing liar.

Suara tangisan bayi baru mulai terdengar jelas saat fajar menyingsing. Norel sendiri mengaku mendengar suara tangisan tersebut ketika dirinya baru saja selesai menunaikan ibadah di mushola setempat.

“Saya sendiri dengar suara bayi sekitar jam setengah 6 pas pulang dari langgar,” tuturnya. Awalnya, ia mengira suara tersebut adalah tangisan anak salah satu warganya yang memang memiliki bayi, hingga akhirnya kebenaran terungkap bahwa ada bayi yang dibuang.

Penemuan ini meninggalkan tanda tanya besar bagi warga sekitar, lantaran Norel memastikan tidak ada warganya yang sedang dalam kondisi hamil tua. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaku pembuangan bayi tersebut berasal dari luar lingkungan RT 110.

“Di wilayah sini nggak ada warga yang hamil. Kalau yang punya bayi kecil memang ada, tapi yang hamil nggak ada,” tegas Norel saat ditanya mengenai kejanggalan di lingkungannya tersebut.

Saat ini, bayi malang tersebut telah dibawa ke Klinik Aminah Amin di Jalan Merdeka 1 untuk mendapatkan perawatan intensif. Kasus penemuan bayi ini pun kini dalam penanganan pihak kepolisian setempat guna mencari tahu siapa orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri. (Fzi) 

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *