Ulasankaltim.id, Samarinda – Upaya pencarian korban kecelakaan air yang terjadi di Sungai Karang Mumus, Samarinda, kembali dilakukan oleh tim SAR gabungan, Kamis (3/4/25). Kejadian ini menggugah perhatian masyarakat setempat, mengingat keprihatinan yang mendalam atas hilangnya seorang wanita muda. Pencarian yang dimulai sejak Kamis sore ini, terus berlanjut meski cuaca di lokasi mulai berubah drastis.
Pukul 18.00 WITA, Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Polairud Polresta Samarinda, Basarnas, serta relawan lainnya, meluncurkan armada speed boat dan rubber boat untuk melakukan pencarian. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh AKP Rachmat Aribowo, S.I.K., M.H., Kepala Satuan Polairud Polresta Samarinda. “Kami melakukan pencarian dengan menggunakan armada speed boat dan rubber boat dari berbagai unsur SAR. Pencarian ini akan terus dilakukan hingga korban ditemukan,” ujar AKP Rachmat Aribowo.
Menurut pernyataan yang disampaikan oleh Ipda Yohan Lihu, S.H., Kanit Patroli Satpolairud, pencarian ini fokus pada lokasi kecelakaan dan jalur perairan sekitar Sungai Karang Mumus. “Kami telah melakukan pencarian dengan menyisir dari titik lokasi kejadian di Samarinda Seberang hingga Sungai Lais Sambutan, namun sampai saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelas Ipda Yohan Lihu.
Korban yang hilang diketahui bernama DFS, seorang wanita berusia 25 tahun asal Samarinda. Berdasarkan informasi yang diterima, Dewi Fina Sari adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Biawan, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir. Keluarga korban tentu saja sangat berharap akan adanya kabar baik dari upaya pencarian ini. “Kami sangat berharap Dewi Fina Sari segera ditemukan dengan selamat. Kami tak henti-hentinya berdoa agar pencarian ini membuahkan hasil yang baik,” ujar seorang anggota keluarga korban dengan wajah penuh harap.
Namun, meskipun pencarian dilakukan secara intensif dan menggunakan armada yang lengkap, hingga sore hari, tim Sat Polairud dan SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Tim Sat Polairud dan SAR telah melakukan penyisiran dari titik lokasi kejadian di Samarinda Seberang hingga Sungai Lais Sambutan, namun hasilnya nihil. Cuaca yang sempat cerah hingga pukul 14.00 WITA, kemudian berubah menjadi hujan lebat pada sore hari, memperburuk kondisi pencarian.
Keadaan cuaca yang tidak bersahabat ini sempat menghambat upaya pencarian, namun tim SAR tetap bekerja tanpa kenal lelah. “Hingga pukul 15.00 WITA, cuaca di lokasi TKP dan perairan Sungai Ahakam mulai turun hujan. Namun demikian, kami tetap melanjutkan pencarian,” ungkap Ipda Yohan Lihu.
Tim SAR gabungan terpaksa menghentikan pencarian pada sore hari mengingat kondisi cuaca yang semakin buruk. Meskipun demikian, pencarian tidak berhenti begitu saja. Berdasarkan hasil koordinasi, rencana pencarian akan dilanjutkan pada keesokan harinya, Jumat, 4 April 2025, dimulai pukul 07.00 WITA. “Pencarian akan dilanjutkan besok pagi pada pukul 07.00 WITA. Kami akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan korban,” tambah Ipda Yohan Lihu.
Pihak berwenang juga menegaskan bahwa situasi di sekitar lokasi kejadian saat ini dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali. “Saat ini, situasi di lokasi kejadian aman dan terkendali. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati area pencarian demi keselamatan bersama,” ujar AKP Rachmat Aribowo.
Berdasarkan data sementara, tim SAR gabungan terus meningkatkan upaya dan koordinasi untuk mencari keberadaan korban. Pihak keluarga dan warga setempat sangat berharap agar Dewi Fina Sari segera ditemukan dalam keadaan selamat. “Kami berharap pencarian ini cepat membuahkan hasil positif. Kami sangat khawatir, namun tetap berharap yang terbaik,” ungkap salah seorang tetangga korban.
Dalam kesempatan yang sama, pihak Satpolairud juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam beraktivitas di perairan, mengingat bahaya yang mengintai jika cuaca tidak mendukung dan kondisi alam tidak bersahabat. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mematuhi protokol keselamatan saat beraktivitas di perairan, terutama saat cuaca buruk,” tegas Ipda Yohan Lihu.
Untuk saat ini, keluarga korban tetap setia menunggu di lokasi, tak sabar mendengar kabar terbaru. Mereka berharap pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan membuahkan hasil positif dalam waktu dekat. “Kami hanya ingin Dewi ditemukan dengan selamat. Itu saja yang kami harapkan,” ucap salah seorang keluarga korban dengan suara bergetar.
Dari informasi yang dihimpun, pihak Kepolisian Polresta Samarinda terus memantau perkembangan pencarian ini dan memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik. Diharapkan, korban segera ditemukan agar bisa dipulangkan kepada keluarga dengan selamat. “Kami akan terus melakukan upaya terbaik untuk menemukan korban. Kami minta doa dan dukungan dari masyarakat,” tutup Ipda Yohan Lihu.
Pencarian ini menjadi bukti nyata solidaritas antara berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam tim SAR. Dengan segala upaya, mereka akan terus bekerja keras demi menyelamatkan nyawa korban, sekaligus memberikan harapan bagi keluarga yang tengah menunggu.
Kita semua berharap, pencarian yang dilaksanakan oleh tim SAR gabungan akan segera membuahkan hasil yang menggembirakan. Keluarga korban dan masyarakat Samarinda menantikan berita baik ini dengan penuh harapan. (Fer)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









