Izin Mandi ke Sungai Saat Listrik Padam, Bocah 13 Tahun Hilang di Mahakam

oleh -204 Dilihat
Personel SAR gabungan dan kepolisian bersiap di bantaran Sungai Mahakam kawasan Jalan Tanjung Aru, Samarinda Seberang (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Muhammad Noval, (13) siswa kelas 1 SMP, dilaporkan hilang setelah tenggelam di Sungai Mahakam, kawasan Jalan Tanjung Aru, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.

Peristiwa tersebut bermula ketika Noval hendak mandi di rumah. Namun, saat itu kondisi listrik sedang padam. Korban kemudian memilih pergi ke Sungai Mahakam untuk mandi.

Saat berada di sekitar lokasi, Noval bertemu dengan pamannya yang tengah melakukan pengecekan mesin alkon. Korban kemudian menyampaikan keinginannya untuk mandi di sungai.

Sang paman sempat meminta Noval untuk mandi di rumah. Namun, korban beralasan kondisi rumah gelap akibat listrik padam.

Aiptu Joko Wahyudi, piket Pamapta III Polresta Samarinda, yang menerima laporan kejadian tersebut langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

“Paman korban sudah menyarankan untuk mandi di rumah saja. Namun korban mengatakan kondisi rumah gelap karena listrik sedang padam,” ujar Joko.

Setelah itu, Noval berjalan menuju bagian depan kapal. Sementara pamannya masih melanjutkan aktivitas mengecek mesin alkon.

Beberapa saat kemudian, sang paman mendengar suara meminta pertolongan dari arah sungai. Ketika melihat ke arah sumber suara, Noval diketahui sempat terlihat mengapung di permukaan Sungai Mahakam.

Paman korban kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan melemparkan tali ke arah Noval. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

“Paman korban sempat melemparkan tali untuk memberikan pertolongan, tetapi tidak berhasil dijangkau korban. Paman korban juga tidak bisa berenang,” jelas Joko.

Tak lama kemudian, Noval kembali tenggelam dan tidak lagi terlihat di permukaan sungai.

Paman korban selanjutnya pulang dan memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga. Informasi itu kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian dan tim SAR.

Tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai seorang anak kelas 1 SMP yang mengalami kecelakaan air di kawasan Jalan Tanjung Aru.

“Dapat kami laporkan, saat ini telah diterima informasi adanya seorang anak kelas 1 SMP yang mengalami tenggelam di kawasan Jalan Tanjung Aru,” kata Aries.

Menurut Aries, proses pencarian pada malam hari menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah kondisi pencahayaan yang minim sehingga jarak pandang di permukaan maupun dalam air menjadi terbatas.

Karena itu, tim SAR terlebih dahulu melakukan pendeteksian terhadap kondisi dan kedalaman air di sekitar lokasi.

“Untuk proses pencariannya saat ini, karena jarak pandang sudah terbatas, kami melakukan pendeteksian kedalaman air terlebih dahulu,” ujarnya.

Apabila kondisi di lapangan memungkinkan, pencarian akan dioptimalkan melalui penyelaman.

“Kita maksimalkan untuk pendeteksian kedalaman air. Kemudian kalau memungkinkan untuk dilakukan penyelaman, kami lakukan penyelaman,” jelasnya.

Namun, apabila kondisi tidak memungkinkan bagi penyelam untuk bekerja pada malam hari, operasi pencarian akan dilanjutkan pada pagi hari dengan mengerahkan personel untuk melakukan penyelaman.

“Kalau kondisi memungkinkan untuk dilakukan penyelaman, kami akan optimalkan pencarian melalui penyelaman. Tapi kalau seandainya kami tidak bisa, mungkin besok pagi kami akan menurunkan personel untuk menyelam,” ungkap Aries.

Selain keterbatasan jarak pandang, tim juga menghadapi kendala saat menurunkan armada menuju lokasi pencarian.

“Untuk kendala di lapangan saat ini, kami kebetulan tadi susah menurunkan armada. Jadi kami sempat mobile untuk mencari titik yang memungkinkan untuk menurunkan armada,” pungkasnya.

Hingga malam hari, tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap Muhammad Noval di sekitar lokasi terakhir korban terlihat. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *