Ulasankaltim.id, Samarinda – Sejumlah lapak dan bangunan yang berdiri di area parit serta bahu jalan Jalan Lambung Mangkurat, Gang 9, Kelurahan Pelita, Samarinda Ilir, mulai ditertibkan, Kamis (17/9/2026).
Penataan dilakukan Pemerintah Kelurahan Pelita bersama Satpol PP Samarinda setelah sebelumnya para pemilik bangunan mendapat teguran dan kesempatan untuk membongkar secara mandiri.
Lurah Pelita Chris Triswondo mengatakan, penertiban kali ini menyasar bangunan yang menutup atau mengambil ruang drainase, mulai dari depan Gang 9 hingga ke bagian dalam gang.
“Ini bagian dari penataan lingkungan. Kami ingin membersihkan drainase sepanjang Gang 9 sampai ke depan,” ujar Chris.
Dalam prosesnya, sempat ada pemilik yang keberatan. Namun setelah dilakukan pendekatan secara persuasif, sejumlah pemilik akhirnya bersedia membongkar bangunannya sendiri.
Kelurahan selanjutnya akan melanjutkan penataan kawasan. Salah satunya dengan rencana pembangunan gapura di depan Gang 9. Koordinasi juga dilakukan dengan DLH untuk mengecek pohon yang berpotensi membahayakan serta PLN Unit Samarinda Ilir terkait jaringan listrik di sekitar lokasi.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini menyebut penertiban merupakan tindak lanjut dari patroli dan pemantauan yang sebelumnya telah dilakukan.
“Kelurahan sudah beberapa kali mengimbau, bahkan memberikan surat teguran untuk bongkar mandiri. Ketua RT juga sudah melakukan pendekatan persuasif,” jelas Anis.
Dari hasil penyisiran, petugas menemukan sejumlah kanopi, papan reklame, banner hingga satu rombong kebab yang berada di area yang dinilai mengganggu fungsi ruang.
Masih terdapat tiga lapak yang melebar hingga badan jalan. Pemiliknya diberikan waktu satu minggu untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.
“Kalau satu minggu tidak ditertibkan secara mandiri, kami akan melakukan penertiban,” tegas Anis.
Menurutnya, keberadaan bangunan dan tumpukan sampah di atas maupun sekitar parit dikhawatirkan menghambat aliran air dan memicu genangan.
“Paritnya banyak sampah. Kalau ada genangan air, ujung-ujungnya pemerintah yang disalahkan. Jadi mari sama-sama menjaga agar tidak terjadi genangan karena drainase tersumbat,” pungkasnya. (Yanur)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









