Ulasankaltim.id, Samarinda – Upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terus dilakukan melalui berbagai pendekatan persuasif dan edukatif di tingkat daerah.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui ikhtiar merangkul mantan anggota organisasi yang telah dibubarkan guna memperkuat rasa cinta tanah air.
Satuan Intelijen dan Keamanan Polresta Samarinda mengambil peran aktif dalam membangun komunikasi dua arah yang konstruktif dan berkelanjutan.
Pendekatan yang humanis menjadi kunci utama dalam merajut kembali rasa kepercayaan serta semangat kebangsaan di masyarakat.
Muhammad Wahyuddin, seorang mantan anggota Jamaah Islamiyah, kini melangkah bersama kepolisian untuk mendukung kondusivitas serta stabilitas wilayah.
Kesadaran untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi menjadi dorongan utama baginya dalam membuka lembaran baru yang lebih positif.
Sinergi yang terbangun ini difokuskan pada upaya pencegahan penyebaran paham radikal di tengah masyarakat luas.
Selain penyesuaian ideologi, langkah perbaikan mendasar juga secara aktif menyasar sektor pendidikan pada jaringan sekolah berasrama yang dahulu dikelola oleh kelompok tersebut.
Revisi kurikulum secara menyeluruh tengah dilakukan guna memastikan seluruh materi pembelajaran bersih dari ajaran ekstremis dan kembali pada ajaran Ahlusunah Waljamaah.
Proses pembenahan sarana pendidikan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang moderat, berwawasan luas, serta mencintai tanah air.
Langkah ini juga menjadi komitmen bersama sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam memelihara perdamaian dan kerukunan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Sdr. Muhammad Wahyuddin menyampaikan empat poin pernyataan utama sebagai bentuk pemantapan komitmen kebangsaan:
-
Setia pada NKRI: “Saya menyatakan komitmen penuh untuk setia dan taat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta siap berdiri di garis depan dalam membentengi diri dan lingkungan dari pengaruh ideologi ekstrem.”
-
Pencegahan Radikalisme: “Kami bersama rekan-rekan eks Jamaah Islamiyah bertekad secara aktif mencegah berkembangnya kembali paham radikal dan siap membantu kepolisian dalam memelihara kondusivitas daerah.”
-
Pembersihan Kurikulum Pendidikan: “Kami mendukung penuh proses revisi kurikulum secara menyeluruh pada jaringan sekolah berasrama agar terbebas dari ajaran ekstremis dan sepenuhnya mengacu pada ajaran Ahlusunah Waljamaah.”
-
Pembentukan Generasi Moderat: “Pengalaman masa lalu menjadi pelajaran berharga untuk membimbing anak didik dan masyarakat agar tidak terjerumus, serta mengarahkan mereka menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan.”
Pengalaman masa lalu dijadikan cermin evaluasi untuk membimbing kelompok terdampak agar tidak kembali terjerumus pada pemahaman yang keliru.
Satintelkam Polresta Samarinda memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan serta iktikad baik yang ditunjukkan oleh Wahyuddin dan rekan-rekannya.
Sikap kooperatif tersebut dinilai menjadi langkah krusial dalam memutus mata rantai penyebaran radikalisme dari akar rumput hingga lembaga pendidikan.
Melalui kolaborasi berkesinambungan ini, keutuhan bangsa dan moderasi beragama di wilayah Samarinda diharapkan tetap terjaga dengan kokoh. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









