Pemukiman Kayu di Samarinda Terbakar Dini Hari, Warga Panik Berhamburan

oleh -204 Dilihat
Petugas Disdamkarmat Samarinda bersama relawan berjibaku memadamkan api yang menghanguskan bangunan kayu di Jalan Gerilya Dalam, Kelurahan Mugirejo, Sungai Pinang, Samarinda (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Kepanikan melanda kawasan Jalan Gerilya Dalam, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, ketika kobaran api mendadak membesar pada Senin (24/8/2026) dini hari.

Peristiwa amuk si jago merah tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 01.45 WITA, tepat saat mayoritas penduduk setempat sedang terbuai dalam tidur nyenyak.

Sejumlah bangunan bersinggungan yang didominasi material kayu lapuk hangus dilalap api dalam durasi waktu yang tergolong singkat.

Arifin Sanusi, salah satu pemilik hunian yang menjadi korban, mengaku terkejut saat tersadar dari tidurnya akibat kehebohan yang terjadi di dalam rumah.

Kepada media, Arifin mengungkapkan bahwa sang istri yang pertama kali menyadari bahaya setelah mendengar suara bising tidak wajar dari bagian atas rumah.

Istri Arifin awalnya menduga kegaduhan di lantai dua tersebut sekadar ulah hewan pengerat yang menjatuhkan perlengkapan rumah tangga.

“Saya tengah tertidur lelap sebelum dibangunkan oleh istri yang mendengar suara gaduh seperti tikus menjatuhkan barang. Begitu saya beranjak dan mengecek ke lantai atas, kobaran api rupanya sudah membumbung besar,” tutur Arifin.

Sadar akan ancaman keselamatan jiwa, Arifin langsung bergegas menuntun sang istri untuk keluar menyelematkan diri dari kepungan asap tebal.

Usai mengamankan istrinya di area terbuka, Arifin bertekad kembali masuk guna menyelamatkan aset berharga berupa kendaraan roda dua miliknya.

Upaya penyelamatan sepeda motor tersebut berbuah petaka ketika material kayu yang sedang membara runtuh dan menimpa tubuhnya.

Insiden tertimpa material bangunan berapi itu mengakibatkan Arifin menderita luka bakar yang cukup serius pada bagian tangan serta punggung.

Arifin menceritakan bahwa area lantai dua huniannya memang jarang diakses dan tidak difungsikan sebagai ruang tidur harian.

Ia menambahkan, “Area atas rumah sebagian besar berkonstruksi kayu dan difungsikan khusus sebagai tempat penyimpanan berkas penting, kasur, serta barang-barang bekas.”

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda melalui Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi, Wisnu, membenarkan penerimaan laporan darurat tersebut pada pukul 01.45 WITA.

“Demi menjinakkan amuk si jago merah, kami menerjunkan armada dari Posko 3 Unit dengan sokongan penuh tim Relawan Kota Samarinda,” jelas Wisnu.

Perjuangan petugas mengendalikan si jago merah membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga situasi benar-benar kondusif, dengan taksiran dua sampai empat bangunan kayu terdampak.

Proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat kendala teknis pasokan air, jalan sempit, serta kerumunan warga, sementara area kejadian kini dipasangi garis polisi oleh Polresta Samarinda guna investigasi dugaan korsleting listrik. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *