Pemkot Samarinda Pangkas Agenda Seremonial HUT ke-81 RI, Pawai Pembangunan Resmi Ditiadakan

oleh -203 Dilihat
Suasana Pawai Pembangunan Tahun 2025 (Foto : Ist)
banner 468x60

Langkah efisiensi anggaran menyasar pembatasan jumlah undangan, pemangkasan masa karantina Paskibraka, hingga peniadaan pawai tahunan.

Ulasankaltim.id, Samarinda – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kota Samarinda dipastikan berlangsung tanpa kemeriahan Pawai Pembangunan yang saban tahun dinantikan warga.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengambil langkah tegas untuk menghapus agenda kolosal tersebut dari daftar kegiatan resmi peringatan kemerdekaan tahun ini.

Kebijakan peniadaan pawai publik ini berakar dari fokus pemerintah daerah yang sedang memprioritaskan efisiensi penggunaan anggaran daerah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda, Yosua Laden, mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut merujuk pada instruksi langsung Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Ia menjelaskan bahwa pemangkasan pembiayaan difokuskan pada perayaan yang bersifat seremonial demi menjaga kestabilan alokasi fiskal daerah.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan kembali. Karena tahun ini kami betul-betul melakukan efisiensi, khususnya untuk anggaran kegiatan seremonial,” ujar Yosua saat memberikan keterangan.

Meskipun atraksi pawai ditiadakan, prosesi inti berupa upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan dipastikan tetap berjalan.

Kompleks GOR Segiri akhirnya ditetapkan sebagai lokasi puncak peringatan, setelah sempat muncul pertimbangan untuk mengelolanya di area Balai Kota Samarinda.

Pelaksanaan upacara bendera di GOR Segiri diproyeksikan berlangsung mengedepankan kekhidmatan dengan konsep yang jauh lebih terukur dan sederhana.

Strategi penghematan juga berdampak langsung pada pemangkasan jumlah jajaran pasukan upacara dan daftar tamu yang hadir di lokasi.

Kapasitas kursi undangan disusutkan secara signifikan menjadi sekitar 350 orang, berkurang drastis dibanding perhelatan tahun terdahulu yang menampung lebih dari 500 orang.

Alokasi kehadiran diprioritaskan untuk jajaran Forkopimda beserta pasangan, purnatugas wali kota dan wakil wali kota, legislator DPRD, kepala OPD, camat, lurah, purna-veteran, serta orang tua anggota Paskibraka.

Penyesuaian teknis turut menyasar jadwal pemusatan latihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Samarinda.

Durasi karantina para anggota Paskibraka dipadatkan dari semula dua pekan menjadi hanya tujuh hari, menjelang agenda pengukuhan resmi pada 14 Agustus di Hotel Five Premiere.

Terkait tradisi penghormatan, prosesi ziarah di Taman Makam Pahlawan bakal dialihkan serta ditangani langsung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Adapun ritual ziarah ke kompleks Makam La Mohang Daeng Mangkona di Samarinda Seberang dipastikan absen dari rangkaian peringatan RI, sebab agenda tersebut dikhususkan bagi peringatan Hari Jadi Kota Samarinda.

Di tengah keterbatasan seremonial, Yosua mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dari lingkungan rumah masing-masing. “Kita juga berdoa semoga kondisi perekonomian dan negara kita menjadi lebih baik ke depannya,” tuturnya mengakhiri pembicaraan. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *