Diduga Rem Blong, Truk Bermuatan Sawit Picu Kecelakaan Beruntun Tujuh Kendaraan di Balikpapan

oleh -205 Dilihat
Petugas Satlantas Polresta Balikpapan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai kecelakaan beruntun yang melibatkan tujuh kendaraan di Jalan Yos Sudarso, tepat di pintu masuk Pelabuhan Semayang, Balikpapan (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Balikpapan – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tujuh kendaraan terjadi di Jalan Yos Sudarso, tepat di kawasan pintu masuk Pelabuhan Semayang, Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota, Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Peristiwa itu diduga dipicu oleh sebuah truk bermuatan kelapa sawit yang kehilangan kendali setelah sistem pengeremannya tidak berfungsi saat melintasi jalan menurun.

Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah kendaraan serta menyebabkan satu orang mengalami luka berat. Aparat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Balikpapan masih mendalami penyebab pasti kecelakaan melalui serangkaian pemeriksaan terhadap kendaraan dan para pengemudi yang terlibat.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kasatlantas Polresta Balikpapan Kompol MD Djauhari menjelaskan, kendaraan yang diduga menjadi pemicu kecelakaan merupakan truk Hino bernomor polisi B 9417 UU yang dikemudikan Sugiono (59), warga Blitar.

Menurut Djauhari, truk tersebut bergerak dari arah Jalan Baru menuju kawasan Lapangan Merdeka. Ketika memasuki ruas jalan menurun di dekat gapura Pelabuhan Semayang, kendaraan diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman sehingga sopir tidak lagi mampu mengendalikan laju truk.

Akibat kehilangan kendali, truk bergerak ke jalur berlawanan sebelum menghantam kendaraan lain yang berada di sekitar lokasi. Polisi menyebut dugaan rem blong menjadi faktor utama yang menyebabkan rangkaian tabrakan tersebut.

“Truk mengalami rem blong ketika melewati turunan sehingga oleng ke kanan dan menabrak kendaraan lain,” ujar Kompol MD Djauhari, Kamis (23/7/2026).

Benturan pertama terjadi ketika truk Hino B 9417 UU menabrak truk Hino bernomor polisi KT 8214 ZF yang saat itu tengah mengantre untuk memasuki Pintu 1 Pelabuhan Semayang. Kerasnya tabrakan membuat truk tersebut terdorong hingga mengenai sebuah mobil Honda Brio KT 1237 VD yang sedang terparkir.

Rangkaian kecelakaan tidak berhenti di situ. Truk bermuatan sawit itu kemudian kembali menghantam truk Hino bernomor polisi L 8011 AAA yang berada dalam posisi parkir di tepi jalan.

Benturan keras menyebabkan truk Hino L 8011 AAA terdorong ke badan jalan sebelum akhirnya terguling. Posisi kendaraan yang terbalik kemudian memicu kerusakan lanjutan terhadap kendaraan lain yang berada di sekitarnya.

Tiga kendaraan turut terdampak akibat truk yang terguling tersebut, masing-masing Daihatsu Xenia KT 1460 KA, sepeda motor Honda Vario KT 2443 KN, dan angkutan kota Suzuki Carry KT 1190 KA.

Dalam kejadian itu, pengemudi truk Hino L 8011 AAA, Sugeng Sukarno (48), warga Probolinggo yang kini berdomisili di Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, mengalami luka berat pada bagian kaki setelah tertimpa kendaraannya sendiri saat truk terguling.

“Akibat kejadian itu, pengemudi truk Hino L 8011 AAA, Sugeng Sukarno (48), warga Probolinggo yang berdomisili di Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, mengalami luka berat pada bagian kaki setelah tertimpa kendaraannya sendiri saat truk terguling,” jelas Djauhari.

Sementara itu, enam pengemudi lainnya yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, yakni Sugiono, Yonas Ola Lebe, Dian Hendri Prabowo, Irwansyah, Mohammad Fadli, dan Samheji, dilaporkan selamat tanpa mengalami luka berat.

Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan lokasi kecelakaan berada di ruas jalan lurus dengan kontur menurun. Jalan tersebut memiliki dua jalur dengan masing-masing dua lajur, berlapis aspal, serta dilengkapi marka jalan yang masih terlihat jelas.

Saat kecelakaan berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah dan arus kendaraan berada pada tingkat sedang. Faktor cuaca maupun kondisi jalan untuk sementara tidak ditemukan sebagai penyebab utama insiden tersebut.

Berdasarkan penyelidikan awal, Satlantas Polresta Balikpapan mengarah pada dugaan kerusakan sistem pengereman truk Hino B 9417 UU sebagai pemicu utama kecelakaan beruntun itu. Polisi juga menilai pemeriksaan kelayakan kendaraan sebelum digunakan menjadi aspek penting untuk mencegah kejadian serupa.

“Pengemudi kurang memastikan kondisi kendaraan sebelum digunakan, sehingga saat melewati turunan rem tidak berfungsi dengan baik dan memicu kecelakaan beruntun,” tambah Djauhari.

Hingga kini, Satlantas Polresta Balikpapan masih melanjutkan proses penyelidikan dengan memeriksa seluruh kendaraan yang terlibat serta meminta keterangan dari masing-masing pengemudi. Langkah tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas perkara sekaligus memastikan penyebab pasti kecelakaan yang melibatkan tujuh kendaraan di kawasan Pelabuhan Semayang tersebut. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *