Insiden Ketiga dalam Dua Bulan, Tongkang Batu Bara Kembali Hantam Jembatan Mahakam Ulu

oleh -247 Dilihat
Tongkang Bermuatan Batu Bara Menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Insiden tabrakan tongkang batu bara kembali mengguncang Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Pada Minggu pagi, 25 Januari 2026, tongkang Marine Power 3066 dilaporkan menghantam struktur jembatan, memicu perhatian serius terhadap keselamatan infrastruktur vital tersebut.

Peristiwa ini menambah deretan kecelakaan serupa yang terjadi dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, Jembatan Mahakam Ulu tercatat mengalami insiden tabrakan tongkang pada 23 Desember 2025 dan kembali terulang pada 4 Januari 2026.

Berdasarkan informasi sementara, tongkang yang membawa muatan batu bara itu masih berada di sekitar area jembatan hingga Minggu siang. Posisi lambung kapal dilaporkan melintang di antara fender dan pilar jembatan, sehingga menimbulkan potensi risiko lanjutan terhadap struktur.

Kejadian tersebut kembali memicu kekhawatiran publik mengenai ketahanan Jembatan Mahakam Ulu yang menjadi salah satu jalur penghubung utama aktivitas masyarakat di Samarinda. Keberadaan tongkang di alur sungai juga dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran dan lalu lintas di atas jembatan.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Muhran, menyatakan pihaknya baru menerima informasi awal terkait insiden tersebut melalui pemberitaan media dan unggahan di media sosial.

Meski belum menerima laporan resmi secara tertulis, DPUPR Kaltim langsung melakukan koordinasi lintas instansi sejak pagi hari. Koordinasi dilakukan dengan kepolisian perairan, Dinas Perhubungan, serta satuan lalu lintas untuk penanganan awal di lapangan.

Menurut Muhran, langkah prioritas yang harus segera dilakukan adalah evakuasi tongkang dari area jembatan. Posisi kapal yang masih berada di antara fender dan pilar dinilai berisiko, terutama akibat arus Sungai Mahakam yang cukup kuat.

Ia menjelaskan, tekanan arus sungai terhadap tongkang berpotensi memberikan beban tambahan pada pilar jembatan apabila tidak segera diamankan. Oleh karena itu, proses evakuasi menjadi bagian penting dari upaya mitigasi risiko lanjutan.

DPUPR Kaltim juga menjadwalkan pengecekan langsung ke lokasi kejadian pada hari yang sama. Pemeriksaan awal akan dilakukan secara visual bersama tim konsultan teknis untuk memastikan kondisi geometris jembatan masih dalam batas aman.

Beberapa komponen yang akan diperiksa meliputi posisi pilar, kondisi trotoar, expansion joint, serta parapet jembatan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya perubahan bentuk atau indikasi kerusakan akibat benturan.

Muhran menambahkan, mengingat jembatan telah mengalami tiga kali insiden tabrakan dalam waktu relatif singkat, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan yang lebih mendalam. Pengujian teknis, baik secara dinamis maupun statis, akan dipertimbangkan jika ditemukan indikasi gangguan struktur.

Selain pemeriksaan fisik, DPUPR Kaltim juga mengkaji pengaturan lalu lintas di atas Jembatan Mahakam Ulu. Opsi pembatasan hingga penutupan sementara bagi kendaraan bertonase di atas 8 ton tengah dibahas bersama Dinas Perhubungan dan kepolisian, sambil menunggu hasil koordinasi dan laporan resmi dari instansi terkait. (Fdy)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *