Kisruh Video Dakwah Gus Elham, PBNU Tekankan Etika dan Keteladanan

oleh -300 Dilihat
KH Miftachul Akhyar (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Riuh perdebatan publik kembali mencuat setelah video seorang ulama muda asal Kediri, Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, tersebar luas dan memantik reaksi beragam. Tayangan yang memperlihatkan dirinya mencium anak-anak perempuan dalam sebuah kegiatan dakwah memicu gelombang kritik dari masyarakat hingga tokoh-tokoh organisasi keagamaan.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menjadi salah satu pihak yang menanggapi serius peristiwa tersebut. Ia menilai tindakan itu tidak sejalan dengan prinsip dakwah yang semestinya mengedepankan keteladanan dan kehati-hatian.

Menurut Miftach, perilaku yang terekam dalam video tersebut justru berpotensi merusak citra dakwah dan memunculkan pemahaman yang keliru di tengah masyarakat. Ia menyebut aktivitas tersebut tidak patut dilakukan dalam konteks apa pun.

“Dakwah macam apa seperti itu. Kelakuannya mencium-cium, itu merusak,” ujar Miftach saat ditemui awak media di UINSA Surabaya, Kamis (13/11). Ia menekankan bahwa tindakan serupa tidak boleh terulang.

Miftach juga menyampaikan bahwa pihak berwenang perlu turun tangan menangani kasus ini. Menurutnya, langkah tegas diperlukan agar peristiwa tersebut tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Ia menjelaskan bahwa PBNU hanya memiliki kewenangan memberikan sanksi administratif. Karena itu, tindak lanjut hukum menjadi ranah aparat penegak hukum.

“Yang bisa menindak itu pihak berwajib. Kalau NU hanya bisa memberi sanksi administratif,” lanjutnya. Ia berharap aparat tidak menunggu situasi berkembang lebih jauh dan segera mengambil langkah.

Di sisi lain, PBNU telah membentuk satuan tugas khusus sebagai upaya pencegahan. Tim ini dibentuk untuk memantau aktivitas dakwah yang dinilai keluar dari batas kewajaran.

“PBNU sudah membentuk satgas untuk mengawasi tindakan-tindakan yang melampaui batas,” ujarnya. Satgas tersebut diharapkan dapat memastikan praktik dakwah berjalan sesuai etika dan nilai-nilai organisasi.

Sementara itu, Elham Yahya akhirnya memberikan klarifikasi atas video yang viral tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Dalam pernyataannya, Elham mengakui bahwa tindakan yang dilakukan merupakan kekhilafan. Ia menyesal karena perbuatannya telah menimbulkan keresahan di ruang publik.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan,” ujar Elham dalam pernyataannya, Rabu (12/11). Ia menyatakan peristiwa itu merupakan kesalahan dirinya pribadi.

Elham menyebut bahwa kejadian tersebut akan menjadi evaluasi penting dalam perjalanan dakwahnya. Ia berkomitmen untuk memperbaiki cara penyampaian ceramah agar lebih berhati-hati.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga etika saat tampil di hadapan jamaah, terutama dalam interaksi dengan anak-anak. Menurutnya, dakwah harus membawa ketenangan dan memberi contoh yang baik.

“Saya bertekad menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak, mengikuti norma agama, etika, dan budaya bangsa,” tuturnya. Ia berharap peristiwa ini menjadi titik awal untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan serupa. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *