Pelarian Singkat: Dua Aktor Intelektual Bom Molotov Berhasil Ditangkap

oleh -356 Dilihat
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendi Umar (Foto : Fer)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Kotak pandora akhirnya terbuka, dua orang aktor intelektual yang sedang di kejar oleh Polresta Samarinda terkait dengan otak pembuatan Bom Molotov yang rencana akan di gunakan untuk aksi demonstrasi tanggal 1 September 2025 di Kantor DPRD Kaltim akhirnya berhasil ditangkap.

Kedua orang berinisial N dan L itu ditangkap setelah sempat menjadi buronan selama beberapa hari. Keduanya diduga kuat sebagai otak perakitan bom molotov yang ditemukan di lingkungan Kampus FKIP Universitas Mulawarman.

Penangkapan dilakukan pada Kamis (4/9) sore di wilayah Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Lokasi tersebut diketahui sebagai kebun milik keluarga dari salah satu terduga pelaku.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengungkapkan, penangkapan berlangsung sekitar pukul 16.30 Wita. Kedua terduga langsung dibawa ke Mapolresta Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Sudah diamankan, dan saat ini sedang diperiksa,” ujar Hendri saat rilis pers di Samarinda, Jumat (5/9).

Hendri menambahkan, dari hasil penyelidikan, N dan L sempat mengikuti aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Kaltim pada 1 September lalu. Namun setelah menyadari keberadaannya mulai dicari aparat, keduanya melarikan diri ke Kutai Kartanegara.

“Setelah sempat ikut aksi, mereka kabur ke Kukar. Syukurlah akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan,” jelasnya.

Polisi kini fokus mendalami peran keduanya dalam merancang serta menyuplai bahan untuk bom molotov yang sebelumnya ditemukan aparat di area kampus.

Sebelum penangkapan ini, empat mahasiswa Universitas Mulawarman telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Mereka diduga berperan langsung dalam perakitan bahan peledak rakitan tersebut.

Keterlibatan N dan L, menurut Hendri, terungkap dari komunikasi melalui pesan singkat antara salah satu mahasiswa tersangka dengan keduanya. Isi percakapan itu menguatkan dugaan bahwa N dan L berperan sebagai penyedia material.

“Pesannya berbunyi ‘Dek, nanti akan saya drop bahan baku/material’. Lalu dijawab ‘Bahan baku apa, Bang?’ dan dibalas ‘Bahan baku yang dibuat untuk melempar-lempar saat aksi’,” ungkap Hendri.

Dari komunikasi itu, penyidik kemudian menelusuri lebih lanjut hingga menemukan keterkaitan N dan L dengan bom molotov yang dirakit.

Temuan awal polisi menyebut, bom molotov itu disiapkan untuk digunakan dalam demonstrasi mahasiswa. Namun rencana tersebut berhasil digagalkan setelah aparat menemukan bahan peledak rakitan pada Minggu (31/8) malam.

Hendri juga menjelaskan, saat ini identitas pendidikan kedua terduga masih dalam proses verifikasi. Namun diketahui, salah satu dari mereka pernah tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Mulawarman.

“Untuk satu orang lagi, kami masih melakukan pendalaman. Keduanya berdomisili di Samarinda, meski bukan warga asli daerah ini,” ucap Hendri.

Pihak kepolisian memastikan pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Peran mereka sangat penting. Karena itu, pemeriksaan akan terus dilakukan untuk memastikan jaringan maupun keterlibatan pihak lain,” jelasnya.

Penangkapan N dan L menjadi perkembangan signifikan dalam pengungkapan kasus yang sejak awal menyedot perhatian publik Samarinda. Pasalnya, aksi demonstrasi yang berujung pada penemuan bom molotov itu sempat menimbulkan kekhawatiran luas.

Polresta Samarinda menegaskan, pihaknya berkomitmen menuntaskan kasus ini sampai tuntas. Hendri menekankan, tidak boleh ada upaya provokatif yang membahayakan keselamatan masyarakat dalam aksi demonstrasi.

“Kami akan proses hukum siapa pun yang terbukti terlibat, tanpa pandang bulu,” pungkas Hendri.

Dengan penangkapan dua aktor intelektual ini, polisi kini mengantongi enam tersangka dalam kasus bom molotov di Samarinda. Proses hukum selanjutnya akan ditentukan setelah penyidikan lebih lanjut. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *