Pemprov Kaltim Salurkan Bantuan Sosial: Ribuan Guru dan Penjaga Rumah Ibadah Terima Apresiasi Lewat Gratispol dan Jospol

oleh -377 Dilihat
Gubernur Katim H. Rudy Mas'ud menyerahkan secara simbolis bantuan sosial (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan kembali komitmennya terhadap kesejahteraan sosial masyarakat melalui peluncuran dua program prioritas: Gratispol dan Jospol. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 25 Juni 2025 di Plenary Hall GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda.

Ribuan peserta memenuhi arena sejak pagi hari untuk menyaksikan penyerahan simbolis bantuan sosial dari Pemprov Kaltim. Agenda ini menjadi penanda realisasi konkret program yang sebelumnya hanya berupa janji politik.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mewakili Gubernur H. Rudy Mas’ud yang masih dalam masa pemulihan pasca menunaikan ibadah haji. Dalam sambutannya, Seno menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen nyata pemerintah kepada rakyat.

“Hari ini bukan hanya tentang seremoni. Ini adalah janji yang ditepati,” ujar Seno Aji saat membuka acara, yang disambut dengan tepuk tangan peserta.

Program Gratispol (Gerakan Sosial Politik Religius) mencakup pemberian apresiasi kepada penjaga rumah ibadah lintas agama. Sebanyak 3.187 orang dari seluruh Kalimantan Timur menerima penghargaan ini.

Rinciannya, 2.597 marbot masjid, 389 penjaga gereja Kristen, 144 penjaga gereja Katolik, serta penjaga tempat ibadah lainnya seperti vihara (22 orang), pura (19 orang), dan kelenteng (16 orang) ikut terdata sebagai penerima manfaat.

Menurut Seno, para penjaga rumah ibadah memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial. “Mereka adalah penjaga nilai spiritual dan ketenangan masyarakat. Kami merasa sudah saatnya mereka diberi penghargaan yang layak,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Kaltim juga merealisasikan program Jospol (Jaring Pengaman Sosial untuk Pendidik). Program ini menyasar kalangan tenaga pendidik dari berbagai jenjang dan latar belakang.

Sebanyak 31.545 guru dari tingkat PAUD hingga pendidikan berbasis pesantren menerima insentif yang disalurkan melalui buku rekening yang dibagikan langsung dalam acara tersebut.

Seno menambahkan bahwa program ini tidak hanya soal bantuan keuangan, melainkan bentuk pengakuan terhadap dedikasi guru dalam membangun masa depan Kalimantan Timur.

“Guru adalah tulang punggung pembangunan sumber daya manusia. Kami ingin memastikan mereka mendapat perhatian yang semestinya,” ujar dia.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Kaltim dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama, pemerintah kabupaten/kota, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Kerja sama lintas lembaga ini bertujuan memperkuat pelaksanaan program sosial agar lebih merata dan tepat sasaran di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Gubernur H. Rudy Mas’ud, yang hadir menjelang penutupan acara, turut menyampaikan apresiasinya kepada para penerima manfaat dan semua pihak yang berperan dalam menyukseskan program ini.

Turut hadir Ketua TP PKK Kaltim Syarifah Suraidah Harum, Sekda Provinsi Sri Wahyuni, unsur Forkopimda, serta seluruh kepala daerah dari kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Melalui program Gratispol dan Jospol, Pemprov Kaltim ingin menunjukkan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya dirasakan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan peran sosial dan keagamaan.

Acara ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir. Beberapa penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan harapan agar program seperti ini terus berlanjut di masa depan.

Dengan langkah ini, Pemprov Kaltim mengirimkan pesan bahwa perhatian terhadap kelompok-kelompok strategis seperti guru dan penjaga rumah ibadah merupakan bagian penting dari pembangunan yang inklusif. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *