Tragedi di Sungai Mahakam: Bocah 6 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Hari Hilang

oleh -360 Dilihat
Tim Gabungan SAR melakukan evakuasi jasad korban (Foto : Basarnas)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Pencarian bocah berusia enam tahun, Ezekiel Jenoah Putra Sampurna, yang hilang selama tiga hari, berakhir tragis. Kamis sore (15/5), jenazah Ezekiel ditemukan oleh tim SAR gabungan di Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Bantuas, Palaran.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Selasa (13/5) setelah diduga terjatuh ke anak sungai saat bermain di sekitar rumahnya di Jalan Malang RT 007, Simpang Pasir, Palaran. Kabar hilangnya Ezekiel memicu upaya pencarian intensif oleh tim SAR dan relawan setempat.

Informasi awal menyebutkan, warga hanya menemukan sepeda dan sepasang sandal milik korban yang mengapung di sungai. Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa bocah malang tersebut jatuh ke dalam sungai.

Tim SAR yang melakukan pencarian selama tiga hari akhirnya berhasil menemukan jasad Ezekiel sekitar pukul 16.30 Wita. Lokasi penemuan berada sekitar 9,56 kilometer dari titik awal pencarian, tidak jauh dari Terminal Peti Kemas (TPK) di kawasan Bantuas.

Komandan Tim Operasi SAR, Ari Triyanto, menjelaskan bahwa arus sungai yang deras, terutama saat hujan turun, diduga membawa korban hingga sejauh itu. “Korban mungkin terbawa arus karena kondisi hujan saat itu,” ujarnya.

Jenazah ditemukan dalam keadaan berpakaian lengkap dan mengambang di perairan Sungai Mahakam. Setelah ditemukan, jasad langsung dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, relawan, dan Polairud Polresta Samarinda.

Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis di Jalan HAM Rifaddin untuk menjalani visum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Polairud Polresta Samarinda, AKP Rahmat Aribowo, mengatakan bahwa penemuan jasad bermula dari laporan warga yang melihat benda mengapung di sungai. Setelah diperiksa, benda tersebut ternyata jenazah seorang anak.

Rahmat menambahkan bahwa jenazah bocah tersebut dipastikan adalah korban yang hilang beberapa hari lalu di Simpang Pasir. Hal ini menguatkan dugaan bahwa bocah tersebut terjatuh dan terbawa arus sungai.

Hasil pemeriksaan awal terhadap jenazah menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun kondisi jasad sudah membengkak, menandakan korban telah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan.

Pencarian korban sendiri telah berlangsung selama tiga hari penuh sejak laporan hilangnya diterima oleh pihak berwenang pada Selasa sore.

Operasi SAR ditutup segera setelah jenazah korban ditemukan dan dievakuasi. Semua tim yang terlibat dalam pencarian kembali ke satuan masing-masing.

Warga sekitar lokasi kejadian sebelumnya sempat menggelar pencarian secara mandiri sebelum tim SAR turun tangan secara resmi.

Keluarga korban telah menerima kabar duka tersebut dan saat ini sedang mempersiapkan proses pemakaman.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat terutama orang tua untuk lebih waspada dalam mengawasi anak-anak yang bermain di dekat perairan.

Pihak kepolisian dan SAR mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan melapor segera jika ada kejadian serupa.

Tim SAR mengapresiasi kerja sama dan dukungan dari warga serta berbagai elemen dalam proses pencarian korban.

Kejadian ini juga menjadi sorotan terkait keselamatan anak di lingkungan perairan yang rawan kecelakaan.

Polisi terus melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi pasti kejadian dan penyebab korban jatuh ke sungai.

Diharapkan kasus ini bisa menjadi pelajaran agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Dengan ditemukannya korban, seluruh proses pencarian resmi dihentikan dan penanganan dilanjutkan oleh pihak medis serta keluarga. (Fer)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *