Samarinda Kembali Terendam: Puluhan Titik Lumpuh Akibat Hujan Deras

oleh -352 Dilihat
Kondisi banjir di Kota Samarinda
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Hujan deras yang mengguyur Samarinda sejak pukul 05.15 Wita, Senin (12/5), menyebabkan banjir meluas di berbagai wilayah kota. Genangan air menghambat aktivitas warga dan mengganggu lalu lintas di puluhan titik rawan.

Laporan banjir langsung memenuhi lini masa media sosial lokal, seperti akun @Samarindaku, @Infosamarinda, @samarindaetam, @linimasa_samarinda dan @Beritaterkinismr. Foto dan video kondisi terkini yang menunjukkan genangan di berbagai ruas jalan utama dan permukiman.

Informasi tentang kondisi banjir di Kota Samarinda menyebar dengan cepat di media sosial, Nitizen ramai berkomentar untuk saling mengingatkan dan selalu waspada serta menghindari jalur – jalur yang terdapat genangan air.

Pantauan di lapangan menunjukkan, hampir seluruh kecamatan di Samarinda terdampak banjir. Air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa menggenangi sejumlah kawasan, membuat kendaraan tidak dapat melintas.

Tim Relawan Info Taruna Samarinda (ITS-TRC) mencatat bahwa banjir kali ini disertai insiden pohon tumbang dan tanah longsor di beberapa lokasi. Peristiwa ini menambah daftar kejadian darurat yang terjadi secara bersamaan akibat cuaca ekstrem.

“Rata-rata tinggi muka air berada di kisaran 30 hingga 100 sentimeter. Wilayah terparah berada di Kecamatan Samarinda Utara dan sepanjang Sungai Pinang,” ungkap Joko Iswanto, Ketua ITS-TRC.

Tim ITS-TRC terus melakukan pemantauan dan verifikasi data dari lokasi terdampak. Informasi tersebut dihimpun untuk membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan darurat apabila diperlukan.

Sejumlah ruas jalan utama dilaporkan tergenang air, di antaranya Jalan Poros Samarinda menuju Bandara APT. Pranoto, terutama di sekitar Simpang Lempake hingga Pintu Masuk Bandara. Genangan ini menyebabkan antrean panjang kendaraan.

Di Kelurahan Sungai Siring dan Tanah Merah, air juga merendam pemukiman warga. Jalan Citandui dan Jalan Serayu, yang merupakan akses vital di kawasan Tanah Merah, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat.

Lempake termasuk kawasan terdampak serius. Jalan Gunung Kapur, Giri Rejo, Kebun Agung, dan Jalan Kartini dilaporkan dalam kondisi tergenang. Air mengalir cukup deras di beberapa titik, menyebabkan warga harus mengevakuasi barang-barang.

Jalan Damanhuri dan Gerilya di kawasan Sungai Pinang juga mengalami hal serupa. Arus air yang melintasi badan jalan memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, kawasan Pramuka, Juanda, Letjen Suprapto, dan Kadri Oneng juga masuk dalam daftar lokasi banjir. Aktivitas warga yang hendak bekerja dan sekolah terhambat akibat kondisi ini.

Jalan Sayur di Sempaja Utara tercatat sebagai lokasi dengan genangan terparah, dengan tinggi muka air mencapai 100 sentimeter. Warga terpaksa menggunakan perahu kecil atau berjalan kaki melintasi banjir.

Selain banjir, kejadian pohon tumbang terjadi di Lubuk Sawah dan Mugirejo. Akses jalan sempat terblokir sebelum petugas dari BPBD dan warga sekitar membersihkan material yang menghalangi jalan.

Tanah longsor juga dilaporkan terjadi di dua lokasi berbeda. Di Jalan Bengkuring Raya, longsor terjadi di gang Kangkung, menimpa pagar dan sebagian bangunan di sekitar Bank Kaltim.

Peristiwa lebih serius terjadi di Jalan Belimau Raya RT. 22, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara. Tiga rumah warga rata dengan tanah akibat longsor. Tim relawan menduga masih ada penghuni di dalam bangunan yang tertimbun.

Evakuasi masih berlangsung hingga siang hari. Tim SAR, BPBD, dan relawan dikerahkan ke lokasi untuk memastikan tidak ada korban jiwa yang terlewat.

Pusat Informasi dan Posko Data ITS-TRC yang berlokasi di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Bugis, terus memperbarui informasi seiring perkembangan di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar, terutama bagi warga yang rumah dan kendaraannya terendam.

Kondisi ini menjadi pengingat bagi warga dan pemerintah setempat untuk memperkuat sistem drainase dan mitigasi bencana. Respon cepat dibutuhkan agar potensi dampak lanjutan dapat ditekan.

Cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau untuk tetap waspada, menghindari perjalanan yang tidak mendesak, dan mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat. (Fer)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *