Ulasankaltim.id, Samarinda – Asap tebal membumbung tinggi di kawasan padat penduduk Jalan Revolusi Gang Indah RT 05, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Jumat siang. Kobaran api yang muncul sekitar pukul 13.35 WITA itu membuat warga panik setelah si jago merah dengan cepat melahap sejumlah bangunan di tengah permukiman warga.
Peristiwa kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya enam bangunan yang terdiri dari empat rumah tunggal dan dua bangsalan. Api yang terus membesar memicu kepanikan warga karena lokasi kejadian berada di area permukiman yang berdempetan.
Di tengah situasi mencekam, warga sekitar sempat mendengar beberapa kali suara ledakan dari dalam bangunan yang terbakar. Ledakan itu terdengar saat kobaran api mulai membesar dan menyebar ke bangunan lain di sekitarnya.
Seorang saksi mata bernama Bagus mengatakan, api pertama kali terlihat dari kepulan asap yang muncul di salah satu kamar rumah warga. Saat warga mencoba mendekat untuk memastikan kondisi, api justru semakin membesar.
“Awalnya cuma asap, pas kami dekati apinya tambah besar,” ujar Bagus saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurut Bagus, kondisi semakin menegangkan ketika kaca rumah mulai pecah akibat suhu panas yang tinggi. Tidak lama setelah itu, suara ledakan kembali terdengar beberapa kali dari arah bangunan yang terbakar.
“Kacanya pecah mungkin karena panas. Ada suara ledakan juga, ada yang kecil dan ada yang besar,” ungkapnya.
Warga menduga suara ledakan tersebut berasal dari tabung gas yang berada di dalam rumah. Dugaan itu muncul karena ledakan terjadi berulang kali di tengah kobaran api yang terus membesar.
Beruntung, saat kebakaran terjadi rumah dalam keadaan kosong. Pemilik rumah diketahui sedang bekerja sehingga tidak ada penghuni yang berada di dalam bangunan saat api mulai membakar kawasan tersebut.
“Orangnya lagi kerja, jadi tidak ada di rumah,” tambah Bagus.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto, mengatakan pihaknya segera mengerahkan armada pemadam setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kebakaran tersebut.
Menurut Supriyanto, kondisi permukiman yang padat membuat petugas harus bergerak cepat untuk mencegah api merembet lebih luas ke rumah warga lainnya. Tiga posko pemadam langsung diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses penanganan.
“Karena lokasi padat penduduk, kami langsung menurunkan tiga posko untuk mengantisipasi api meluas,” kata Supriyanto.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dengan dukungan suplai air dari relawan dan warga di sekitar lokasi kejadian. Petugas berjibaku memadamkan api di tengah akses jalan yang sempit menuju titik kebakaran.
Meski menghadapi kendala akses, api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas ke kawasan permukiman lainnya. Dalam proses pemadaman, seorang relawan dilaporkan mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal dan langsung mendapat penanganan medis dari tim ambulans. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









