Seribu Masker Dibagikan Relawan di Flyover Air Hitam, Warga Diimbau Waspadai Kabut Asap

oleh -203 Dilihat
Relawan gabungan berkumpul di bawah flyover sebelum membagikan masker ke masyarakat (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Sejumlah relawan membagikan lebih dari 1.000 masker kepada masyarakat di kawasan Simpang Air Hitam, tepatnya di bawah jembatan layang (flyover), Samarinda Ulu, Kamis (20/8/2026) sore.

Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian relawan terhadap kondisi udara di Kota Samarinda yang mulai diselimuti kabut asap tipis, diduga sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Ketua Relawan Penakluk Api (RPA) Samarinda, Arifani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif pribadi bersama anggota relawan. Menurutnya, kondisi asap yang mulai terlihat perlu diantisipasi agar tidak berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Sore ini kami membagikan masker kepada masyarakat, khususnya di sekitar flyover Air Hitam. Kami melihat lingkungan sekitar mulai ada kabut asap walaupun masih tipis dan belum terlalu tebal,” ujar Arifani.

Ia mengatakan pembagian masker tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), akibat paparan asap.

Arifani menyebut seluruh masker yang dibagikan berasal dari dana pribadinya. Ia juga mengajak anggota RPA untuk turun langsung membagikan masker kepada warga.

“Kami membagikan lebih dari 1.000 masker. Ini murni dari dana pribadi. Kebetulan ada rezeki, kemudian saya mengajak anggota relawan untuk bersama-sama membagikannya,” katanya.

Menurut Arifani, RPA sebelumnya juga pernah melakukan kegiatan serupa pada 2019 ketika kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah dengan kondisi cukup parah.

“Kami pernah melakukan pembagian masker juga pada 2019 saat karhutla cukup besar. Sekarang melihat situasi di Pulau Kalimantan, banyak hotspot dan di beberapa wilayah sekitar Samarinda kebakaran lahannya cukup banyak. Asapnya juga mulai ke mana-mana,” jelasnya.

Meski pembagian masker berlangsung hingga menjelang malam, para relawan tetap menyelesaikan kegiatan tersebut.

Arifani berharap masyarakat tidak menganggap kabut asap tipis sebagai kondisi yang biasa. Sebab, menurutnya, paparan asap tetap dapat memberikan dampak terhadap kesehatan.

Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak membuka lahan agar tidak menggunakan metode pembakaran.

“Kami berharap masyarakat yang membuka lahan jangan menggunakan sistem bakar lagi. Sekarang sudah banyak alat yang bisa digunakan untuk membuka lahan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, pembakaran lahan yang tidak diawasi berpotensi membuat api merembet ke area lain, terlebih saat kondisi vegetasi mengering, angin kencang dan musim kemarau berlangsung cukup panjang.

“Jangan sampai lahan yang awalnya hanya satu hektare dibakar, kemudian api merembet ke savana dan semak belukar di sekitarnya. Kondisi yang kering, ditambah angin dan cuaca panas, bisa membuat api semakin besar dan sulit dikendalikan,” pungkasnya. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *