Pencarian Berakhir Dini Hari, Dua Siswa MTs Darul Ihsan Ditemukan Meninggal Dunia

oleh -203 Dilihat
Petugas Sar Gabungan saat melakukan evakuasi korban yang ditemukan 10 meter dari titik tenggelamnya (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Setelah melalui pencarian selama kurang lebih 36 jam, tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua remaja yang dilaporkan hilang tenggelam di perairan Sungai Mahakam, kawasan Teluk Lerong, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.

Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (7/11/2026) dini hari. Mereka diketahui bernama Rafa Al Waris dan Sahal Amri, masing-masing berusia 14 tahun dan merupakan siswa MTs Darul Ihsan.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengatakan korban pertama ditemukan sekitar pukul 02.20 WITA. Selang kurang lebih lima menit kemudian, korban kedua ditemukan pada pukul 02.25 WITA.

Keduanya ditemukan tidak jauh dari titik awal dilaporkan tenggelam, dengan jarak sekitar 10 meter.

“Jarak dari lokasi korban tenggelam menuju titik penemuan kurang lebih 10 meter,” ungkap Aries saat diwawancarai di lokasi kejadian.

Aries menjelaskan, saat kedua korban ditemukan, sebagian personel SAR gabungan tengah beristirahat. Namun, sejumlah petugas tetap bersiaga melakukan pemantauan dari darat.

Setelah ditemukan, kedua korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR gabungan yang berlangsung sejak Kamis (5/11/2026) resmi ditutup.

Diketahui, peristiwa nahas tersebut bermula pada Kamis sore sekitar pukul 16.45 WITA. Kedua remaja diduga tenggelam saat berada di sekitar bebatuan tepian Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Cafe Teluk Lerong.

Seorang saksi mata bernama Ikhsan mengaku sempat melihat kedua anak tersebut berdiri di area bebatuan dengan kondisi air diperkirakan setinggi kaki.

Namun, situasi berubah dalam waktu singkat. Salah seorang anak mulai terlihat kesulitan di dalam air. Dari kejauhan, saksi melihat bagian kepala dan tangan korban masih muncul di permukaan, bahkan sempat melambaikan tangan seperti meminta pertolongan.

“Sempat tadi khusus dengan melambai-lambai,” ungkap Ikhsan saat menceritakan kejadian tersebut.

Petugas parkir yang mengetahui kejadian itu kemudian berupaya mendatangi lokasi. Namun, saat tiba, kedua anak tersebut sudah terlihat tenggelam.

Informasi kejadian kemudian diteruskan kepada Pos SAR Samarinda melalui Pamapta Samarinda. Basarnas bersama unsur SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Pada tahap awal, proses pencarian menghadapi kendala keterbatasan jarak pandang, sehingga petugas melakukan pemantauan dari darat dengan bantuan pencahayaan demi menjaga keselamatan personel.

Setelah kedua korban berhasil ditemukan, Aries turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di sekitar perairan.

Menurutnya, kemampuan berenang bukan jaminan keselamatan bagi anak ketika berada di sungai tanpa pengawasan orang dewasa.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki putra-putri agar selalu melakukan pemantauan. Walaupun anak bisa berenang, jangan pernah membiarkan mereka berenang sendiri tanpa pengawasan orang tua,” tegasnya.

Selain itu, Aries berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap aspek keselamatan di sepanjang tepian Sungai Mahakam, khususnya kawasan Teluk Lerong yang beberapa kali menjadi lokasi kejadian serupa.

Ia berharap pemerintah dapat memasang safety barrier atau pagar pengaman untuk membatasi akses masyarakat menuju titik-titik rawan, serta melengkapi kawasan tersebut dengan papan peringatan dan imbauan keselamatan.

“Harapannya ke depan ada safety barrier, minimal pagar yang membatasi akses menuju lokasi tersebut. Selain itu, papan pengumuman juga perlu dipasang sebagai imbauan awal,” pungkasnya. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *