Ulasankaltim.id, Samarinda – Dampak kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Kalimantan Timur kian mempersempit ruang gerak pasokan air bersih perpipaan di ibu kota provinsi. Penurunan debit air tawar di daerah aliran Sungai Mahakam memicu pergerakan intrusi air laut yang kian intensif, sehingga memengaruhi stabilitas mutu bahan baku air minum yang diolah Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda.
Menyikapi fluktuasi parameter kualitas air sungai terpanjang di Kalimantan Timur tersebut, otoritas penyedia air minum daerah mengambil langkah pengamanan darurat. Upaya teknis ini ditempuh guna melindungi integritas instalasi pengolahan sekaligus memastikan parameter kimiawi air yang sampai ke jaringan pipa pelanggan tidak melewati ambang batas toleransi konsumsi.
Berdasarkan hasil pemantauan berkala terhadap hidrologi sungai, konsentrasi salinitas dilaporkan terus merangkak naik secara signifikan dalam kurun beberapa hari terakhir. Parameter zat garam yang terlarut terpantau telah melompati batas normal dan kini memasuki fase peringatan yang memerlukan respons operasional khusus.
Staf Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Taufik, mengonfirmasi bahwa indikator pencemaran garam terlarut di badan air permukaan Sungai Mahakam menunjukkan eskalasi yang patut diwaspadai. Pihaknya terus memperbarui data pembacaan sensor laboratorium secara berkala untuk memitigasi risiko kontaminasi air payau ke instalasi.
“Untuk kadar klorida Sungai Mahakam, saat ini dari kondisi waspada bergerak ke kondisi siaga,” tutur Taufik saat dikonfirmasi perihal situasi ketersediaan bahan baku air bersih di Samarinda, Selasa (8/9/2026).
Peningkatan status kewaspadaan kimiawi air baku tersebut seketika memaksa manajemen Perumdam memberlakukan kebijakan pengetatan sistem operasional di garda produksi. Delapan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang mengandalkan intake Sungai Mahakam secara langsung kini terpaksa mengalami pengurangan durasi pengolahan harian.
Adapun unit pengolahan yang terkena pemangkasan siklus kerja mencakup IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Kalhol, IPA Sungai Kapih, IPA Selili, IPA Samarinda Seberang, hingga instalasi utama IPA Tirta Kencana. Kebijakan rasionalisasi jam produksi ini diambil agar proses pengolahan air tidak memaksakan penyerapan bahan baku yang memiliki tingkat kegaraman di atas ambang wajar.
Langkah preventif tersebut diakui membawa konsekuensi logis terhadap penurunan volume distribusi ke rumah-rumah pelanggan di berbagai kawasan permukiman. Berkurangnya kapasitas pompa transmisi diperkirakan bakal memicu fenomena penurunan debit aliran hingga terhentinya suplai air bersih secara temporer pada wilayah-wilayah tertentu, terutama titik elevasi tinggi atau jaringan pipa ujung.
Manajemen Perumdam Tirta Kencana menegaskan bahwa pemulihan jam kerja instalasi produksi sangat bergantung pada normalisasi kondisi hidrologis Sungai Mahakam. Operasional seluruh instalasi yang terdampak baru akan dipulihkan secara penuh apabila konsentrasi klorida tercatat melandai dan stabil di bawah ambang batas kritis 250 parts per million (ppm).
Kendati demikian, pihak perusahaan memastikan proses reaktivasi unit pengolahan tidak akan dilakukan serentak secara mendadak. Setelah baku mutu air baku terkonfirmasi kembali memenuhi kriteria teknis, pemulihan distribusi jaringan perpipaan akan dijalankan bertahap guna menjaga kestabilan tekanan mekanis pipa distribusi di bawah tanah.
Sebagai bentuk mitigasi terhadap defisit suplai perpipaan, Perumdam Tirta Kencana telah menyusun serangkaian skenario distribusi alternatif untuk menopang kebutuhan harian warga. Salah satu skema taktis yang digulirkan adalah pembentukan jaringan Terminal Umum pada kantong-kantong permukiman strategis yang mengalami keterbatasan aliran.
Fasilitas tampung air komunal tersebut disiapkan dengan memanfaatkan tandon-tandon berkapasitas besar milik fasilitas publik, seperti masjid, musala, rumah ibadah lainnya, maupun gedung-gedung kantor pemerintahan setempat. Langkah ini dirancang untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat dalam menjangkau air bersih secara terpusat dan mudah dipantau.
Agar pendistribusian air di pos penampungan komunal tidak memicu kepanikan dan perebutan, tata kelola pengambilan air diserahkan kepada aparatur wilayah terdekat. Aparat kelurahan, pengurus Rukun Tetangga (RT), hingga pemuka lingkungan setempat diberi wewenang untuk mengatur alur antrean serta menetapkan kuota pembagian yang proporsional bagi tiap kepala keluarga.
Selain mengandalkan titik komunal di permukiman, Perumdam juga mengaktifkan Terminal IPA khusus di lima unit pengolahan, yakni IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Makroman, dan IPA Sungai Kapih. Akses pengambilan mandiri di gerbang instalasi ini difokuskan sebagai kanal darurat bagi masyarakat sekitar, khususnya untuk menutup kebutuhan paling mendasar seperti konsumsi air minum dan pengolahan pangan harian.
Untuk menjaga ketersediaan cadangan di seluruh tandon darurat, operasional armada truk tangki air diatur secara ketat lewat mekanisme koordinasi satu pintu. Pengisian tandon komunal maupun permohonan dropping air bersih dipusatkan melalui kendali Satuan Tugas (Satgas) internal Perumdam, yang bergerak merujuk pada skala prioritas dan laporan riil kebutuhan di lapangan.
Di sisi lain, Perumdam turut mendorong penguatan solidaritas sosial antarwarga di tengah keterbatasan sarana umum dengan mengampanyekan konsep Terminal Mandiri. Masyarakat yang memiliki fasilitas sumur bor mandiri atau sumber cadangan pribadi diimbau berkenan berbagi air bersih kepada para tetangga sekitar, dengan mekanisme koordinasi lingkungan yang difasilitasi oleh RT dan kelurahan.
Menutup keterangannya, Taufik mengimbau seluruh pelanggan yang alirannya masih teraliri normal agar segera menampung air secara bijak serta tidak menggunakannya untuk kebutuhan nonprioritas. Kesadaran kolektif untuk menekan konsumsi air bersih dinilai menjadi kunci ketahanan pasokan kota di tengah penantian datangnya curah hujan.
“Mohon kerja sama masyarakat untuk hemat air, dan bersama berdoa agar segera ada hujan di Kota Samarinda,” pungkasnya. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









