Insiden Tragis di Sungai Keledang: Pria 24 Tahun Meninggal usai Tersangkut Besi Gapura

oleh -202 Dilihat
Warga dan tim relawan saat berada di TKP Jalan Hasan Basri (Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Aktivitas masyarakat di kawasan Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda Seberang, mendadak gempar pada Senin pagi.

Sebuah insiden tragis menimpa seorang pemuda lokal yang tengah melakukan kegiatan penertiban atribut hiasan jalan.

Korban yang diidentifikasi bernama Muhammad Jahwari Febriyanto, berusia 24 tahun, ditemukan tersangkut di bagian atas struktur gapura.

Peristiwa nahas tersebut diperkirakan berlangsung sekitar pukul 07.45 WITA di area Jalan Hasan Basri.

Sebelum kejadian, korban bersama rekannya yang bernama Dika mendapatkan amanat dari Ketua RT 9 Sungai Keledang, Rosimah Susanti, untuk menurunkan bendera serta umbul-umbul.

Pada pagi hari sebelum memulai pekerjaan, korban sempat mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp kepada pihak RT untuk mengonfirmasi kehadirannya di lokasi.

Proses pengerjaan yang semula berjalan biasa tiba-tiba berubah menjadi kepanikan warga sekitar.

Seorang pedagang kue di sekitar lokasi kejadian, Mar (54), mengaku dikejutkan oleh suara teriakan minta tolong dari arah jalan raya.

“Saya tidak melihat secara langsung awal mula kejadiannya. Saya baru melihat ke lokasi setelah warga mulai ramai berkumpul,” ungkap Mar saat memberikan kesaksian.

Ketika warga mendekat, tubuh korban sudah dalam keadaan tergantung secara terbalik dengan kedua kaki terhimpit besi gapura.

Masyarakat yang berada di lokasi sempat tertahan dan ragu untuk segera memberikan pertolongan karena mengkhawatirkan adanya potensi arus listrik.

Dugaan awal muncul akibat keberadaan sejumlah bentangan kabel yang berada sangat dekat dengan posisi gapura tempat korban berada.

Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa korban sempat berteriak minta tolong dalam kondisi sadar beberapa saat setelah kakinya tersangkut, sebelum akhirnya terkulai tak berdaya.

Mar menambahkan bahwa korban berada dalam posisi tergantung terbalik selama kurang lebih 15 menit dan sempat mengeluarkan cairan dari area wajahnya.

Proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan oleh relawan Satria Samarinda Seberang yang langsung melarikan korban ke RS Mulya Medika pada pukul 08.14 WITA.

Pemeriksaan medis oleh dr. R. Henki W. menunjukkan tidak adanya bekas sengatan listrik, melainkan luka gores di siku kiri, benjolan di kepala belakang, serta dugaan lidah menyumbat saluran napas yang memicu kematian.

Piket Pamapta III Polresta Samarinda, Ipda Sofian Adi Cahyono, mengonfirmasi penanganan kasus ini. “Korban memang sedang melepas umbul-umbul saat kejadian. Dugaan tersengat listrik masih kami dalami karena tim medis tidak menemukan indikasi kesetrum, dan kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi di lapangan,” jelas pihak kepolisian. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *