Dentuman Keras dan Lumpur Menyembur Gegerkan Jalan Kemakmuran Samarinda, Ini Penjelasan Kontraktor

oleh -201 Dilihat
Salah Satu Warga Menunjukkan Titik Asal Mula Ledakan (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Suasana sebuah warung di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, mendadak berubah panik setelah terjadi semburan lumpur disertai suara ledakan keras pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 22.30 Wita.

Peristiwa yang terjadi tepat di depan sebuah warung milik Ibu Yani, di samping Gang KNPI, membuat para pengunjung yang saat itu sedang ramai berkumpul berhamburan menyelamatkan diri. Beberapa orang bahkan dilaporkan terpental dan terjatuh akibat kuatnya tekanan dari dalam tanah.

Salah seorang pengunjung, Yana, mengaku ikut menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia mengatakan saat itu hanya sedang duduk bersama pengunjung lainnya sebelum tiba-tiba terdengar suara keras dari bawah tanah.

“Awalnya saya lagi duduk. Setelah dengar suara itu saya langsung berdiri mau lari, tapi malah terpental dan jatuh. Ngeri sekali, gasnya seperti keluar dari dalam tanah,” ujarnya.

Menurut keterangan warga di lokasi, suara ledakan hanya terdengar satu kali namun cukup keras hingga memicu kepanikan. Setelah itu lumpur menyembur dari titik yang berada di depan warung dan mengenai sejumlah pengunjung.

Pemilik warung, Ibu Yani, mengatakan warungnya sedang dalam kondisi ramai ketika kejadian berlangsung.

“Lagi ramai orang, bahkan masih ada yang sedang bernyanyi. Tiba-tiba terdengar suara keras lalu semua langsung lari. Ada sekitar tiga orang yang mengalami luka ringan dan satu orang tubuhnya penuh lumpur,” katanya.

Meski tidak ada kerusakan berat pada bangunan warung, semburan lumpur mengotori hampir seluruh area. Beberapa gelas juga dilaporkan pecah akibat kepanikan para pengunjung.

Sementara itu, Humas PT Panca Indah Jayamahe selaku kontraktor pekerjaan jaringan gas, Samsudin, menjelaskan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan kebocoran gas karena jaringan tersebut belum dialiri gas sama sekali.

Ia menerangkan, pekerjaan yang dilakukan saat itu merupakan proses uji kebocoran pipa menggunakan udara bertekanan dari kompresor yang dicampur cairan beraroma (odoran) sebagai penanda apabila terdapat kebocoran pada jaringan.

“Yang kami masukkan ke dalam pipa bukan gas, tetapi udara dari kompresor. Aroma yang tercium berasal dari odoran yang digunakan untuk mencari titik kebocoran. Jadi ini masih tahap pengujian sebelum gas dialirkan,” jelasnya.

Menurut Samsudin, tekanan yang digunakan dalam pengujian berkisar antara 4 hingga 6 bar. Dari hasil pengujian tersebut diketahui terdapat kebocoran pada salah satu titik jaringan.

“Kalau memang muncul semburan seperti itu berarti ada kebocoran pada pipa. Ini bukan ledakan gas, karena gas belum pernah dimasukkan ke jaringan tersebut. Kalau ledakan gas tentu akan disertai api, sementara kejadian ini tidak ada api sama sekali,” tegasnya.

Pihak kontraktor juga memastikan akan bertanggung jawab atas seluruh kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemilik warung. Silakan didata seluruh kerusakan, barang yang rusak maupun kerugian lainnya, termasuk jika ada pengunjung yang belum sempat membayar. Semua akan kami tanggung,” pungkas Samsudin.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun insiden ini sempat mengundang perhatian warga sekitar karena suara ledakan yang cukup keras disusul semburan lumpur dari bawah permukaan jalan. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *