Berdarah di Siradj Salman, Tiga Remaja Jadi Korban Penyerangan Diduga Gegara Balap Liar

oleh -204 Dilihat
Salah Satu Korban Saat Mendapatkan Penanganan Medis Akibat Luka Sabetan Senjata Tajam (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Aksi kekerasan yang diduga dipicu persoalan balap liar kembali terjadi di Kota Samarinda. Tiga remaja menjadi korban penyerangan oleh sekelompok pemuda bersenjata tajam dan kayu di Jalan Siradj Salman, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 01.20 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat kedua kelompok diduga sepakat bertemu di sebuah lokasi pencucian motor untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Namun, pertemuan tersebut justru berubah menjadi aksi pengeroyokan.

Salah seorang warga sekitar, Udin (30), mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar enam orang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. Para pelaku disebut membawa senjata tajam dan kayu.

“Informasinya awalnya mereka mau ketemu untuk ngobrol baik-baik. Tapi begitu sampai di lokasi, langsung berkelahi. Pelakunya sekitar enam orang, setelah itu langsung kabur naik motor,” ujar Udin saat ditemui di sekitar lokasi.

Akibat kejadian tersebut, satu korban mengalami luka robek cukup lebar pada tangan kiri akibat sabetan senjata tajam. Korban lainnya mengalami luka tusuk di bagian pinggang belakang, sementara satu korban lagi mengalami luka di bagian kepala setelah terjatuh ketika berusaha menyelamatkan diri dari kejaran para pelaku.

Korban yang mengalami luka tusuk sempat berlari menuju sebuah warung internet (warnet) untuk meminta pertolongan kepada warga.

“Yang kena tikam di pinggang sempat datang ke warnet sambil minta tolong ke warga. Satu korban lainnya lari ke arah Jalan Wijaya Kusuma untuk minta bantuan penjaga malam,” katanya.

Selain menyerang para korban, kelompok pelaku juga diduga melampiaskan amarah dengan merusak sepeda motor milik korban. Kendaraan tersebut diinjak-injak sebelum akhirnya para pelaku meninggalkan lokasi.

Udin juga menyebutkan informasi yang diterimanya dari warga menyebut salah satu senjata yang digunakan diduga berupa pisau dapur. Namun, informasi tersebut masih sebatas keterangan awal dan belum dipastikan oleh pihak kepolisian.

“Katanya ada yang pakai pisau dapur. Tapi saya tidak melihat langsung karena saat tiba di lokasi kejadiannya sudah berlangsung,” tuturnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas para korban maupun pelaku. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pasti penyerangan, sekaligus memburu para pelaku yang melarikan diri usai kejadian. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *