Geger Pagi Hari! Dua Ruko Bertingkat di Jalan Antasari Samarinda Ludes Terbakar

oleh -204 Dilihat
Petugas pemadam menyemprotkan air ke reruntuhan bangunan bertingkat guna menuntaskan proses pembasahan di Jalan Pangeran Antasari (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Aktivitas pagi masyarakat di ruas Jalan Pangeran Antasari mendadak terhenti menyusul insiden kebakaran yang melanda kawasan Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, pada Sabtu (17/10/2026).

Asap hitam pekat tampak membubung ke angkasa di tengah permukiman padat tersebut sesaat setelah matahari terbit, memicu kegaduhan warga setempat yang baru bersiap mengawali agenda harian mereka.

Peristiwa itu berpusat pada dua ruko bertingkat yang menjalankan kegiatan usaha komersial, di mana kobaran api yang tak terkendali juga menjalar hingga merusak dua bangunan lain di samping kanan dan kirinya.

Berdasarkan keterangan saksi di area musibah, titik pangkal percikan terlihat pertama kali dari bagian belakang tempat perbaikan perangkat komunikasi nirkabel (servis HP).

Warga setempat bernama Toyo menceritakan detik-detik ketika dirinya mendapati kepulan asap tebal mulai muncul dari balik struktur belakang toko reparasi gawai genggam itu.

Sadar akan potensi bahaya terhadap lingkungan perniagaan sekitarnya, Toyo sempat mengerahkan sarana darurat seadanya demi mencegah api makin meluas ke bangunan lain.

“Tadi saya lihat api muncul dari bagian belakang servis HP ini. Saya sempat coba bantu padamkan pakai alat seadanya, cuma kobaran api langsung membesar dengan cepat,” ujar Toyo saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.

Ia menambahkan bahwa toko bersangkutan saat itu masih dalam status nonaktif dan belum beroperasi, sehingga penyebab pasti pemicu kemunculan bara api tersebut belum dapat ia ketahui.

Mendapatkan laporan kedaruratan kebakaran (TKP 65), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda segera mengerahkan armada penanggulangan dari Posko 1, Posko 3, serta Posko 4.

Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Samarinda, Wisnu, menyatakan panggilan darurat masuk ke sistem penerimaan laporan instansinya persis pada pukul 06.05 Wita, yang segera direspons dengan pengerahan personel ke lapangan.

Upaya pemadaman api hingga tahap pembasahan menyeluruh memakan durasi sedikitnya dua jam tanpa hambatan teknis yang berarti, memastikan seluruh titik api telah padam dan tidak lagi berpotensi menyala kembali.

Meskipun musibah ini menimbulkan kerugian materiil bernilai ratusan juta rupiah tanpa memakan korban jiwa, penanganan lanjutan mengenai motif serta penyebab pasti insiden diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian setempat. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *