Bocah 11 Tahun Hilang di Sungai Mahakam, Teman Sempat Lemparkan Gabus

oleh -206 Dilihat
Petugas gabungan saat melakukan pencarian di TKP (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Seorang bocah berusia 11 tahun bernama Albizar dilaporkan hilang tenggelam di perairan Sungai Mahakam, kawasan Jalan R.E. Martadinata RT 01, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (24/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA di kawasan Teluk Lerong Garden. Saat kejadian, korban bersama tiga orang temannya yang masih berusia sekitar 10 tahun berada di sekitar taman.

Pamapta III Polresta Samarinda, IPDA Joko Wahyudi, mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, keempat anak tersebut awalnya hendak mencari atau menjebak burung di kawasan taman.

Namun, rencana tersebut batal dan dua dari empat anak kemudian berinisiatif untuk berenang di Sungai Mahakam. Salah satunya merupakan korban.

“Jadi ada empat orang anak yang satu sekolah. Awalnya mereka mau menjebak burung di taman. Karena tidak jadi, mereka memutuskan untuk berenang,” ujar IPDA Joko Wahyudi.

Saat berenang, keempat anak tersebut berpencar. Korban kemudian berenang seorang diri ke arah yang lebih jauh.

Setelah terjun ke sungai, korban diduga tidak mampu berenang dan sempat meminta pertolongan. Salah seorang temannya kemudian berupaya membantu dengan melemparkan gabus ke arah korban.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Korban kemudian hilang dari permukaan air dan hingga kini masih dalam pencarian.

“Korban ini berenang sendirian ke arah lebih jauh. Setelah dia terjun, dia tidak bisa berenang dan minta tolong. Temannya sempat melempar gabus, cuma sudah tidak bisa tertolong lagi,” jelasnya.

IPDA Joko menyebut korban berusia 11 tahun bernama Albizar, sementara tiga teman lainnya masing-masing berusia sekitar 10 tahun.

Sementara itu, Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait seorang anak yang tenggelam di perairan Sungai Mahakam.

Tim SAR kemudian melakukan persiapan pencarian dengan rencana awal melakukan penyelaman untuk memastikan keberadaan korban di bawah permukaan air.

“Untuk tindakan kami dari Basarnas melakukan tahap pertama penyelaman untuk memastikan korban itu masih di bawah. Kalau memungkinkan untuk kami melakukan penyelaman, kami lakukan penyisiran di bawah,” kata Aries.

Namun, proses pencarian menghadapi kendala berupa kondisi arus bawah sungai yang cukup deras.

Aries mengatakan apabila kondisi tersebut tidak memungkinkan dilakukan penyelaman, tim SAR akan mengubah metode pencarian dengan rencana berikutnya.

“Kalau tidak memungkinkan karena keterbatasan arus, nanti saya akan beralih ke rencana kedua,” ujarnya.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban. Berdasarkan informasi sementara dari warga sekitar, terdapat indikasi korban masih berada di bawah permukaan air dan belum diketahui terbawa arus sejauh apa.

Aries menyebutkan, proses pencarian terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus Sungai Mahakam serta faktor keselamatan personel di lapangan.

“Proses pencarian terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus Sungai Mahakam dan faktor keselamatan personel di lapangan,” pungkasnya. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *