Ulasankaltim.id, Samarinda – Ketimpangan porsi pembagian hasil sumber daya alam masih menjadi persoalan krusial yang mengganjal laju pembangunan di Kalimantan Timur.
Persoalan menahun ini memicu keprihatinan kolektif dari berbagai elemen masyarakat, tak terkecuali kalangan akademisi dan para alumni perguruan tinggi.
Merespons kondisi tersebut, Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mulawarman (DPP IKA Unmul) menegaskan komitmennya untuk ikut campur tangan.
Sikap resmi ini diambil guna memperkuat posisi tawar pemerintah daerah dalam menuntut keadilan anggaran ke pemerintah pusat.
Langkah konsolidasi kekuatan intelektual alumni dianggap sebagai momentum penting untuk mengubah peta perjuangan daerah.
Ketua DPP IKA Unmul, Agus Suwandy, menggarisbawahi bahwa kekuatan organisasi terletak pada keberagaman latar belakang keilmuan yang dimiliki para anggotanya.
Potensi sumber daya manusia ini dinilai memadai untuk melahirkan kajian analitis serta formula pemikiran yang presisi.
Sumbangan gagasan tersebut disiapkan khusus sebagai landasan argumen bagi Pemerintah Provinsi Kaltim saat berhadapan dengan pengambil kebijakan di tingkat nasional.
Agus menyatakan bahwa organisasi alumni tidak boleh terisolasi dalam agenda-agenda internal yang sifatnya seremonial.
Transformasi peran menjadi keharusan agar organisasi mampu memberi sumbangsih nyata pada isu-isu publik yang bersifat strategis.
“IKA Unmul dihuni oleh insan-insan terpelajar dari pelbagai disiplin fakultas, yang di dalamnya terdapat para pakar serta intelektual. Keunggulan pemikiran inilah yang hendak kami persembahkan kepada pemerintah daerah untuk dijadikan amunisi ke tingkat pusat,” ujar Agus usai pengukuhan pengurus di GOR 27 September, Rabu (23/9/2026).
Dirinya menambahkan bahwa tuntutan atas porsi DBH yang lebih besar memiliki landasan logis yang amat kuat.
Sebagai wilayah penyumbang devisa dan penerimaan kas negara terbesar dari sektor ekstraktif, Kaltim berhak mendapatkan imbal balik pembangunan yang setimpal.
“Logikanya sederhana, Kaltim adalah salah satu penyokong terbesar pendapatan negara. Oleh sebab itu, sangat wajar apabila kami menuntut perhatian pusat yang jauh lebih proporsional ketimbang wilayah lainnya,” ungkapnya.
Langkah progresif IKA Unmul ini mendapat penguatan penuh dari pihak institusi almamater.
Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur, menyampaikan bahwa jejaring alumni merupakan aset strategis yang memiliki daya tawar tinggi.
Ia mendorong terciptanya komunikasi interaktif dan sinergi berkelanjutan antara alumni, fakultas, serta pihak rektorat.
“Melalui integrasi dan langkah bersama, kita mampu membangun kekuatan yang saling menopang. Kemajuan Unmul beserta seluruh program studinya sangat bergantung pada kontribusi aktif para alumni,” tutur Abdunnur.
Di sisi lain, dukungan politik Pemprov Kaltim menyambut hangat kesiapan IKA Unmul untuk terjun langsung dalam arena pengawalan kebijakan.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengapresiasi keberanian wadah alumni tersebut dalam mengambil peran sebagai juru bicara kepentingan daerah.
Seno menegaskan bahwa besarnya kontribusi kekayaan alam Kaltim harus dikawal oleh seluruh elemen masyarakat agar menghasilkan peningkatan kesejahteraan yang nyata.
“Kami sangat mengharapkan gema suara dari IKA Unmul dapat memperkuat tekanan diplomasi daerah dalam memperoleh porsi DBH yang berkeadilan,” ucap Seno.
Seno optimistis kepengurusan baru ini mampu melompati fase formalitas organisasi dan langsung mengeksekusi peran-peran strategis.
“Besar harapan kita agar IKA Unmul tidak sekadar bergerak lambat, melainkan segera melaju kencang demi memberikan kontribusi terbaiknya bagi daerah,” tegasnya. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









