Ulasankaltim.id, Kutai Barat – Peristiwa kebakaran melanda kawasan permukiman warga di kawasan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Selasa (15/9/2026) malam. Satu unit hunian tapak dilaporkan hangus tak bersisa setelah dilalap si jago merah.
Titik petaka berada tepat di tepian Jalan Dewi Sartika Kapling. Kobaran api yang berkobar hebat di tengah pekatnya malam sontak mengejutkan masyarakat setempat yang tengah beristirahat maupun bersiap menutup aktivitas harian mereka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama armada Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat bergerak cepat sesaat setelah warga melaporkan kejadian darurat tersebut lewat sambungan telepon.
Koordinator Lapangan (Korlap) Damkar Induk Kubar, David Herwoto, menerangkan bahwa panggilan darurat pertama kali masuk ke ruang kendali operasional pada pukul 20.30 WITA. Personel siaga lantas segera dihimpun untuk mendatangi lokasi musibah tanpa membuang waktu.
Mengingat potensi ancaman bahaya yang cukup tinggi di kawasan padat permukiman, pos komando induk mengerahkan kekuatan optimal ke titik koordinat. Sedikitnya lima unit armada pemadam kebakaran diluncurkan serentak membelah ruas jalan menuju pusat kobaran api.
Sesampainya regu penjinak api di tempat kejadian perkara, situasi fisik bangunan sudah dalam keadaan membara hebat. Asap pekat membubung tinggi seiring lidah api yang terus menjalar dan menggerogoti struktur utama properti tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan visual di lapangan, properti yang terbakar sepenuhnya didominasi oleh material kayu. Fakta ini menjadi faktor utama yang memicu akselerasi perambatan api dalam waktu yang relatif singkat.
Penyelidikan awal serta penghimpunan informasi dari para tetangga sekitar menunjukkan bahwa bangunan tersebut tidak sedang ditinggali oleh siapa pun. Hunian berkonstruksi papan itu sudah beberapa waktu dibiarkan tanpa penghuni tetap.
Rencananya, sang empunya properti berniat mengomersialkan aset tersebut untuk dijadikan rumah sewa atau kontrakan. Namun, sebelum rencana pemanfaatan terealisasi, musibah kebakaran telanjur menghanguskan seluruh fisik bangunan.
“Laporan kami terima sekitar jam setengah sembilan malam. Ada satu rumah yang terbakar, rumah kayu dan menurut informasi warga rumah tersebut kosong atau tidak berpenghuni,” tutur David saat memberikan keterangan resmi.
Faktor dominasi material kayu membuat amukan api begitu agresif dan menantang daya tahan personel pemadam. Suhu panas yang menyengat serta potensi keruntuhan struktur memaksa regu Damkar menyusun taktik penyemprotan yang presisi sejak menit awal.
Langkah lokalisasi kobaran menjadi prioritas mutlak tim penyelamat di lapangan. Fokus utama difasilitasi guna membendung laju rambatan panas agar lidah api tidak meloncat ke deretan hunian warga lain yang berdiri berdekatan.
“Karena rumahnya terbuat dari kayu, api cepat membesar. Ada lima unit Damkar kami turunkan dari posko induk untuk melakukan pemadaman,” lanjut David menerangkan manuver teknis yang dijalankan anak buahnya selama operasi darurat.
Penyemprotan intensif dari berbagai sisi perlahan berhasil memecah rantai pembakaran hingga kobaran pokok mampu ditundukkan. Petugas kemudian beralih melakukan prosedur pembasahan menyeluruh guna mengeliminasi titik bara laten yang berpotensi memicu api susulan.
Kerja terpadu tim pemadam membuahkan hasil positif lantaran amuk kobaran berhasil diputus total tanpa menyentuh properti milik warga di sekelilingnya. Operasi penyelamatan ini dinyatakan tuntas tanpa memakan korban luka maupun korban jiwa.
Meski demikian, latar belakang timbulnya percikan api pertama masih menyisakan teka-teki bagi pihak terkait. Otoritas penanggulangan kebakaran belum dapat memastikan pemicu teknis maupun konsleting instalasi yang mengawali petaka tersebut.
Aparat kepolisian setempat kini telah memasang garis pengaman di sekeliling puing reruntuhan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Proses penyelidikan mendalam terus bergulir guna mengidentifikasi titik api mula serta mengkalkulasi taksiran kerugian materiil. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









