Ulasankaltim.id, Samarinda – Kebakaran lahan terjadi pada Rabu sore, 9 September, di Jalan Daya Besar, RT 24, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda.
Kobaran api yang muncul sekitar pukul 16.00 WITA dengan cepat meluas dan merambat hingga membakar sebuah gudang berukuran besar serta bangunan bekas kantor berlantai tiga milik PT Daya Besar Agung.
Sejumlah posko pemadam kebakaran Kota Samarinda dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas juga dibantu puluhan satuan relawan.
Kapolsek Palaran, AKP Wawan Gunawan, mengatakan api awalnya membakar lahan atau halaman parkir di area bekas kantor PT Daya Besar Agung, sebelum kemudian merambat ke gudang dan bangunan kantor.
“Kejadian kebakaran di area bekas kantor PT Daya Besar Agung. Awalnya yang terbakar adalah lahan atau bekas halaman parkir. Kemudian api merembet ke gudang dan kantor yang merupakan bekas kantor Daya Besar Agung,” ujar Wawan.
Menurutnya, bangunan kantor dan gudang tersebut sudah tidak digunakan selama sekitar 21 tahun.
Wawan menyebut, berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah seorang warga yang merupakan mantan karyawan perusahaan, tidak terdapat material maupun barang di dalam bangunan yang terbakar.
“Informasinya tidak ada material apa pun, hanya gedung saja,” katanya.
Gudang yang terbakar diketahui merupakan bekas gudang plywood.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Terkait dugaan kesengajaan, Wawan menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan sehingga belum dapat memastikan penyebab kebakaran.
Sementara itu, Tadeus, petugas keamanan PT Daya Besar, mengatakan dirinya pertama kali melihat asap saat hendak pulang setelah pergantian sif. Bersama rekannya, ia kemudian mendatangi lokasi dan melihat api sudah mulai membesar.
“Pas kami mau pulang, saya lihat ada asap dari arah sana. Saya sama teman langsung ke lokasi, ternyata apinya sudah menyala. Karena kami tidak punya alat pemadam, kami coba padamkan secara manual, daun-daun kami potong lalu dipukul-pukul ke api, sambil kami minta bantuan PMK.” Ungkapnya
Tadeus mengaku saat pertama kali melihat api, dirinya tidak melihat ada orang yang melintas maupun melakukan aktivitas pembakaran di sekitar lokasi.
“Waktu itu tidak ada orang yang saya lihat membakar atau melintas di situ. Biasanya ada orang di pos, tapi saat kejadian pos itu kosong. Tahu-tahu sudah ada api.” Jelasnya
Menurut Tadeus, api kemudian dengan cepat membesar dan merambat hingga ke area gudang dan bekas kantor.
“Waktu masih kami coba matikan di bagian sana, tiba-tiba ada ibu-ibu bilang kalau di sebelah sini juga terbakar. Saya langsung lari ke sini, ternyata apinya sudah besar. Anginnya juga cukup kencang, jadi api cepat merambat.” Pungkasnya (Yanur)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









