Udara Samarinda Tercemar Karhutla, Ribuan Masker Mulai Dibagikan ke Kalangan Pelajar Sekolah Dasar

oleh -203 Dilihat
Relawan Info Taruna Samarinda (ITS) dan pengurus PWI Kaltim didampingi Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyerahkan paket masker kepada murid SDN 007 Samarinda Ulu (Foto : Info Taruna Samarinda)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Penurunan kualitas udara akibat pekatnya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian mengancam kesehatan masyarakat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Rentannya kondisi atmosfer kota ini menempatkan kalangan anak usia sekolah pada posisi risiko tinggi terinfeksi gangguan pernapasan saat menjalani aktivitas belajar harian.

Sebagai respons cepat terhadap penurunan mutu udara tersebut, kolaborasi kepedulian masyarakat digalang melalui aksi pembagian alat pelindung diri pernapasan. Gerakan kemanusiaan ini dimotori oleh komunitas sukarelawan Info Taruna Samarinda (ITS) yang berkolaborasi erat dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur.

Sasaran aksi simpatik ini difokuskan langsung ke sarana pendidikan dasar, salah satunya menyasar para murid dan tenaga pendidik di SDN 007 Samarinda Ulu pada Senin (7/9/2026). Langkah jemput bola ini dipilih guna meminimalkan impak paparan partikel debu dan asap langsung pada generasi belia di ruang terbuka.

Kegiatan sosial di sekolah tersebut kian berbobot dengan keterlibatan unsur pimpinan daerah, ditandai kehadiran langsung Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama jajaran Pemerintah Kota Samarinda. Kehadiran para pejabat publik itu sontak menyita perhatian para pelajar yang antusias menyambut pembagian masker cuma-cuma.

Ketua ITS Joko Iswanto, yang akrab disapa Jokis, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk reaksi tanggap darurat atas perburukan kualitas udara perkotaan. Dalam rentang waktu beberapa hari belakangan, sebaran asap sisa pembakaran lahan kian nyata mencemari langit ibu kota provinsi ini.

Jokis membeberkan bahwa titik api yang memicu kabut asap terkonsentrasi di beberapa titik rawan, dengan Kecamatan Sambutan dan Kecamatan Samarinda Utara sebagai wilayah episentrum kebakaran. Hembusan angin kencang dikhawatirkan membawa material partikulat berbahaya tersebut menyebar ke kawasan permukiman lainnya di penjuru kota.

“Kami bekerja sama dengan teman-teman dari PWI Kalimantan Timur membagikan masker. Ini salah satu bentuk kepedulian kami terhadap kondisi kabut asap yang masih terjadi di Kota Samarinda,” ujar Jokis di sela-sela kegiatan.

Pihaknya menaruh atensi mendalam pada para siswa sekolah dasar lantaran dinamika harian anak-anak menuntut mobilitas tinggi di luar bangunan kelas. Ketiadaan proteksi pernapasan memadai dikhawatirkan memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada kelompok usia rentan ini.

Jokis menambahkan bahwa penggunaan masker medis maupun kain menjadi instrumen benteng pertahanan awal yang praktis sekaligus efektif. Terlebih, indeks keterbukaan ruang kelas di tingkat sekolah dasar acap kali bersentuhan langsung dengan udara luar.

Menilik skala kebutuhan, inisiatif ini diawali dengan mengucurkan pasokan tahap perdana sebanyak 1.000 lembar masker. Kolaborasi relawan dan insan pers ini memastikan gerak bantuan tidak berhenti pada satu titik saja, melainkan akan terus bergulir.

Rangkaian aksi proteksi kesehatan tersebut rencananya diperluas hingga mencakup setidaknya empat institusi sekolah lain di area perkotaan. Target alokasi distribusi masker secara kumulatif diproyeksikan dapat menyentuh angka 2.400 lembar masker.

“Kami berharap masker ini bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari, terutama ketika kondisi udara belum sepenuhnya membaik,” tutur figur yang akrab disapa Jokis tersebut.

Dalam pelaksanaan di SDN 007 Samarinda Ulu, logistik masker didistribusikan secara merata kepada seluruh komunitas sekolah. Bantuan ini menjangkau sebanyak 586 murid beserta 43 orang tenaga pengajar dan staf kependidikan yang bertugas.

Pihak otoritas sekolah menyambut positif inisiatif pembagian alat proteksi fisik tersebut. Kepala SDN 007 Samarinda Ulu Sri Mulyati mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian lintas elemen terhadap ketahanan fisik anak didiknya di tengah anomali cuaca.

Sri Mulyati menerangkan, manajemen sekolah sejatinya tidak berpangku tangan melihat ancaman asap tebal yang menyelimuti lingkungan sekitar. Upaya preventif telah diedarkan secara intensif sejak satu pekan sebelumnya melalui jalur komunikasi daring bersama wali murid dan dewan guru.

“Kami merasa bangga dan bahagia karena anak-anak bisa berinteraksi langsung. Apalagi mereka mendapatkan masker yang memang sangat bermanfaat dalam kondisi seperti sekarang ini,” ucap Sri mengapresiasi bantuan yang diserahkan.

Menutup keterangannya, Sri menekankan bahwa ancaman gabungan antara partikel debu jalanan dan asap pembakaran lahan menuntut kewaspadaan ganda demi keselamatan generasi muda. “Kami sebelumnya sudah mengimbau anak-anak, guru, dan seluruh warga sekolah untuk menggunakan masker. Mengingat kondisi alam yang ekstrem, terkait asap dan debu, tentu kami harus mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit pada anak-anak,” pungkasnya. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *