Seorang pengemudi kapal tambangan di Samarinda Seberang menghembuskan napas terakhir di area berlumpur saat membenahi armada matpencahariannya.
Ulasankaltim.id, Samarinda – Aktivitas perbaikan armada transportasi air di tepian sungai kawasan Samarinda Seberang berujung duka pada pertengahan pekan ini.
Seorang pria paruh baya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area pemukiman warga saat sedang merawat sarana transportasi miliknya.
Peristiwa nahas tersebut berlangsung di sekitar belantara lumpur pesisir Gang Sakti, Kelurahan Baqa, pada Rabu sore.
Korban yang diidentifikasi bernama Sidi tersebut diketahui merupakan warga lokal yang berdomisili di Kelurahan Tenun.
Pria berusia 50-an tahun ini sehari-hari menggantungkan hidupnya sebagai jurudi mudi perahu tradisional lintas wilayah.
Insiden ini mendadak gempar setelah sejumlah saksi mata menemukan korban dalam posisi tidak wajar di bawah badan perahu.
Firmansyah, salah satu warga setempat, menyampaikan bahwa korban diduga kuat mendadak hilang kesadaran saat tengah beraktivitas.
Riwayat kesehatan medis terkait gangguan sistem kardiovaskular atau penyakit jantung disinyalir menjadi pemicu utama insiden tersebut.
Saat ditemukan, posisi tubuh korban sudah tertunduk lunglai hingga area wajahnya terbenam ke dalam genangan lumpur tepi sungai.
Saksi di lokasi kejadian bersama anak korban langsung berupaya memberikan pertolongan pertama guna menyelamatkan nyawanya.
Proses evakuasi dari dalam lumpur sungai yang cukup dalam memerlukan kerja sama ekstra dari masyarakat sekitar yang melintas.
Korban diketahui mengoperasikan jasa kapal tambangan yang melayani rute penyeberangan antarwilayah Samarinda Kota dan Samarinda Seberang.
Pihak kepolisian dari Polresta Samarinda mengonfirmasi telah menerima laporan darurat terkait peristiwa penemuan jasad tersebut dari warga.
Petugas piket Pamapta Polresta Samarinda, Ipda Sofian Adi Cahyono, menegaskan bahwa korban murni sedang membenahi fasilitas kerja saat musibah terjadi.
Menurut analisis kepolisian di lapangan, rasa sesak napas yang datang mendadak membuat korban terjatuh tertelungkup tanpa sempat menyelamatkan diri.
Usai berhasil dievakuasi secara gotong royong, jasad pengemudi kapal tersebut langsung dipindahkan menuju rumah duka keluarga.
Pihak keluarga secara resmi menolak proses autopsi medis, sehingga kepolisian menyimpulkan kejadian ini akibat riwayat penyakit kronis korban. (Yanur)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









