Kecelakaan Kerja di Pasar Pagi, Tangan Pekerja Tergiling Mesin Pembuat Mie

oleh -205 Dilihat
Petugas Damkarmat dan PMI Kota Samarinda saat lakukan evakuasi korban (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda — Kecelakaan kerja terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 18.05 Wita.

Seorang pekerja pembuatan mie bernama Ali dilaporkan mengalami kecelakaan setelah tangannya terjepit mesin penggilingan mie saat sedang bekerja.

Rekan korban, Ivan, mengatakan saat kejadian dirinya bersama Ali sedang mengerjakan proses pembuatan mie. Keduanya membagi tugas, dengan Ivan memasukkan adonan ke mesin, sementara Ali bertugas di bagian bawah untuk menangani mie yang telah tergiling.

“Saya bilang, Li, kamu yang urus mie yang sudah tergiling di bagian bawah. Saya yang masukkan yang masih jadi adonan,” ujar Ivan.

Saat proses penggilingan berlangsung, terdapat adonan mie yang belum tergiling dan tersangkut di bagian ujung mesin.

Ivan kemudian meminta Ali menunggu sementara dirinya mencari sepotong kayu untuk membantu mengeluarkan adonan yang tersangkut.

“Pas sudah sampai ujung ada mie yang belum tergiling, nyangkut. Saya bilang, sebentar Li, saya cari kayu dulu buat sodok-sodok. Dia bilang oke,” jelasnya.

Namun, saat Ivan membelakangi mesin untuk mengambil kayu, tiba-tiba ia mendengar teriakan Ali.

“Saya baru sebentar cari kayu, pas saya hadap belakang dia langsung teriak. Saya lihat tangannya sudah tergiling. Langsung saya cepat-cepat matikan mesinnya,” ungkap Ivan.

Ivan bersama pekerja lainnya kemudian meminta bantuan dengan menghubungi petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan serta ambulans Palang Merah Indonesia (PMI).

Petugas Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Samarinda bersama PMI kemudian tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.

Rudiansyah, petugas Rescue Damkarmat Samarinda, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait kecelakaan kerja berupa tangan pekerja yang terjepit mesin penggilingan mie.

“Untuk informasi awal, kami menerima laporan warga terkait kecelakaan kerja, tangan terjepit penggilingan mie,” kata Rudiansyah.

Menurutnya, proses evakuasi korban berlangsung sekitar 20 menit. Petugas menggunakan kunci manual untuk membuka bagian mesin yang menjepit tangan korban.

“Kurang lebih sekitar 20 menit. Untuk kondisi korban cukup parah, kita lihat jari tergiling,” jelasnya.

Rudiansyah mengatakan proses evakuasi tidak mengalami kendala. Petugas terlebih dahulu berupaya membuka mesin secara manual agar tidak perlu menggunakan alat pemotong.

“Alhamdulillah tidak ada kendala. Kita menggunakan kunci manual. Seandainya memang tidak bisa, terpaksa kita gunakan alat potong,” ujarnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

Sementara itu, Ivan menyebut Ali sebenarnya bukan pekerja tetap yang biasa mengoperasikan mesin tersebut. Ia membantu sementara karena pekerja yang biasa membuat mie sedang mengalami sakit.

“Bukan pekerja lama. Dia tinggal di sini, cuma yang bikin mie ini sedang sakit, jadi dia menggantikan sementara, bantu-bantu saja,” pungkasnya. (Yanur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *