Percepat Respons Laporan Warga, Polda Kaltim Bentuk Tim URC Berbasis Layanan 110

oleh -2 Dilihat
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro saat memimpin peluncuran Unit Reaksi Cepat (URC) (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Akselerasi pelayanan aduan publik kini menjadi fokus pembenahan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Timur. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata lewat pengresmian Unit Reaksi Cepat (URC) yang bertugas menghadirkan tindakan kepolisian secara instan di tengah masyarakat.

Peresmian satuan khusus yang digelar pada Kamis (13/8/2026) ini ditujukan untuk memotong waktu tempuh personel menuju lokasi kejadian. Kehadiran URC memastikan setiap laporan darurat dari warga langsung mendapatkan penanganan awal tanpa hambatan alur kerja yang panjang.

Kepala Kepolisian Daerah Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menyampaikan bahwa pembentukan skuad ini adalah jawaban atas tuntutan kecepatan pelayanan publik. Kesiapan meluncur ke lapangan sejak menit awal menjadi prioritas utama tim operasional ini.

“Unit Reaksi Cepat ini adalah respons kita untuk mempercepat reaksi ketika ada laporan dari masyarakat. Ketika ada apa-apa, tim ini akan berangkat duluan,” ungkap Irjen Pol Endar Priantoro saat dikonfirmasi di sela agenda peluncuran.

Skema operasional URC memangkas alur penanganan perkara menjadi lebih efisien. Begitu laporan diterima, jajaran personel yang bertugas dalam unit ini bakal langsung dikerahkan menuju TKP tanpa perlu menunggu prosedur administrasi yang memakan waktu.

Integrasi sistem tanggap darurat ini mengandalkan sambungan telepon bebas pulsa 110. Sarana komunikasi yang simpel dan gampang diingat ini disiapkan sebagai pintu utama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian mendesak.

“Kami sudah punya call center 110. Masyarakat mudah mengingat. Kami siap 24 jam untuk melayani masyarakat,” kata Endar menegaskan kesiapan jajarannya bersiaga sepanjang hari.

Prosesi peluncuran turut dimeriahkan dengan unjuk kebolehan taktis berupa simulasi penanganan perkara. Dalam peragaan tersebut, dicontohkan alur penerimaan laporan warga via nomor 110 hingga pergerakan taktis pasukan URC tiba di titik lokasi.

Pembentukan tim khusus ini ditegaskan Endar bukan dipicu oleh memburuknya situasi keamanan di wilayah Bumi Etam. Kebijakan ini murni merupakan peningatan kesiapsiagaan korps kepolisian dalam mengimbangi pergeseran dinamika sosial di daerah.

Langkah antisipasi dipandang krusial agar kepolisian selalu siap menghadapi berbagai skenario potensi gangguan ketertiban. Kehadiran URC diharapkan memberikan rasa aman bagi warga dalam menjalankan aktivitas harian.

“Kami mengantisipasi sesuai dengan perkembangan dinamika sosial. Mungkin saja akan terjadi kejadian-kejadian seperti itu. Perlu tim untuk membantu mengamankan masyarakat,” tutur jenderal bintang dua tersebut membeberkan alasannya.

Berdasarkan pemetaan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), wilayah hukum Kaltim sebenarnya relatif kondusif. Catatan evaluasi berkala menunjukkan adanya tren penurunan angka kriminalitas secara umum.

Walau grafik kejahatan cenderung melandai, kepolisian tetap menaruh perhatian ekstra pada potensi tindak pidana konvensional. Pengawasan ketat terfokus pada ancaman kejahatan 3C, yaitu pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, serta pencurian kendaraan bermotor.

Fenomena kejahatan jalanan dan pencurian tersebut dinilai paling berdampak langsung pada kenyamanan warga. Oleh sebab itu, URC difokuskan untuk mengawasi kawasan-kawasan rawan guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan 3C.

“Alhamdulillah relatif menurun. Tetapi yang perlu kita waspadai adalah 3C. Itu yang diantisipasi,” lanjut Endar merinci fokus sasaran pengamanan timnya.

Tak sekadar peluncuran unit operasional dan peragaan simulasi, rangkaian acara juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama inter-lembaga. Pihak kepolisian juga menyalurkan paket bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap warga.

Pendekatan humanis melalui bakti sosial ini diharapkan kian memperkokoh kemitraan antara kepolisian dan masyarakat. Kolaborasi erat kedua belah pihak menjadi modal utama dalam menjaga iklim kondusif di seluruh kawasan Kalimantan Timur. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *