Ulasankaltim.id, Samarinda – Tim gabungan Jatanras Polresta Samarinda bersama Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu berhasil mengamankan H (20), terduga pelaku penikaman terhadap tiga remaja yang terjadi di Jalan Sirad Salman, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (14/7/2026) dini hari.
Pelaku ditangkap kurang dari empat jam setelah kejadian, tepatnya sekitar pukul 04.40 Wita, saat bersembunyi di sebuah warung yang berada tidak jauh dari lokasi penikaman.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan, kasus tersebut langsung ditindaklanjuti begitu laporan diterima. Polisi segera meminta keterangan para korban, menerima laporan resmi, serta merujuk seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Terkait dugaan tindak pidana yang terjadi dini hari di Jalan Sirad Salman sudah kami tindak lanjuti. Korban sudah kami mintai keterangan, laporannya sudah kami terima, kemudian kami rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Alhamdulillah ketiga korban saat ini sudah menjalani rawat jalan,” ujar Asriadi.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sebilah pisau yang diduga digunakan saat penikaman. Berdasarkan hasil pemeriksaan, senjata tajam tersebut sempat dibuang pelaku ke dalam bak sampah di kawasan Simpang Pasundan.
“Dari pengakuan pelaku, pisau itu dibuang ke bak sampah. Anggota kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya barang bukti berhasil ditemukan,” katanya.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan aksi penikaman dilakukan seorang diri oleh H. Sementara sejumlah orang yang berada di lokasi saat kejadian masih berstatus saksi dan sedang dimintai keterangan.
“Pelaku beserta barang bukti sudah kami amankan di Polsek Samarinda Ulu. Untuk sementara sudah ada dua orang saksi yang kami periksa guna mendukung proses penyidikan,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, satu korban berinisial Y mengalami luka tusuk di bagian pinggang, korban A mengalami luka robek akibat sayatan senjata tajam di tangan kiri, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka di bagian kepala setelah terjatuh saat berusaha menghindari keributan.
Ketiga korban telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya dilaporkan tidak menjalani perawatan inap.
Terkait motif, Asriadi menyebut penyidik masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut, termasuk dugaan adanya keterkaitan dengan aksi saling tantang balap liar yang sebelumnya beredar di media sosial.
“Masih kami dalami motifnya. Yang jelas saat itu ada kesalahpahaman di antara anak-anak muda yang berkumpul pada dini hari. Ada dua kelompok yang berada di lokasi, namun yang kami duga sebagai pelaku utama sudah diamankan. Sementara yang lainnya masih kami mintai keterangan sebagai saksi,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak melakukan aktivitas berkumpul hingga larut malam yang berpotensi memicu terjadinya konflik.
“Kami berharap masyarakat, khususnya anak-anak muda, tidak lagi berkumpul hingga dini hari. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 Wita, saat seharusnya sudah beristirahat. Karena terjadi cekcok, kemudian salah satu membawa senjata tajam hingga berujung pada tindak pidana. Percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian, kami akan menuntaskan proses hukumnya sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Asriadi. (Yanur)









