Ulasankaltim.id, Samarinda – Jajaran Satuan Samapta Polresta Samarinda kembali menggelar patroli dini hari sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait maraknya penggunaan knalpot brong dan dugaan aksi balap liar di sejumlah ruas jalan.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) dini hari itu, petugas mengamankan 10 sepeda motor yang seluruhnya menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi standar.
Patroli difokuskan di kawasan Taman Samarinda yang selama ini kerap menjadi lokasi berkumpulnya para remaja pada malam hingga dini hari. Selain menimbulkan kebisingan, aktivitas tersebut juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Kanit Pamapta II, IPDA Ilham Satria Brajanata, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas banyaknya laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan suara knalpot brong.
“Kegiatan patroli ini kami laksanakan sebagai respons terhadap keluhan masyarakat mengenai penggunaan knalpot brong yang mengganggu kenyamanan warga sekaligus membahayakan keselamatan di jalan raya,” ujarnya.
Dari hasil patroli, petugas mengamankan 10 unit sepeda motor. Seluruh kendaraan tersebut diketahui menggunakan knalpot brong sehingga langsung dilakukan penindakan.
“Semua kendaraan yang kami amankan menggunakan knalpot brong. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan, para pengendara dikenakan sanksi tilang, knalpot brong disita, dan pemilik diwajibkan menggantinya dengan knalpot standar,” jelas Ilham.
Selain melakukan penindakan, polisi juga mendapati sebagian besar pengendara yang terjaring masih berstatus pelajar, baik tingkat SMP maupun SMA. Berdasarkan pengakuan mereka, awalnya hanya berkumpul dan nongkrong bersama teman-teman, namun kemudian melakukan aksi trek-trekan di sekitar kawasan Taman Samarinda.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan empat perempuan yang mengendarai sepeda motor berknalpot brong saat berkeliling di kawasan tersebut pada malam hari.
Ilham mengungkapkan, pengendara yang diamankan tidak seluruhnya berasal dari Kota Samarinda. Beberapa di antaranya diketahui datang dari wilayah Tenggarong dan Loa Janan.
“Bukan hanya warga Samarinda. Ada juga yang berasal dari Tenggarong dan Loa Janan. Alasannya beragam, ada yang mengaku bermain ke rumah temannya, ada pula yang memang datang ke Samarinda untuk balapan,” ungkapnya.
Ia mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari, guna mencegah mereka terlibat dalam aksi balap liar maupun penggunaan knalpot brong.
“Kami berharap masyarakat, khususnya para orang tua, dapat mengawasi aktivitas anak-anaknya. Kepolisian akan terus menindaklanjuti setiap laporan masyarakat demi menciptakan situasi Kota Samarinda yang aman, nyaman, dan tertib,” pungkasnya. (Yanur)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









