Ulasankaltim.id, Samarinda – Insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan satu mobil di Kota Samarinda berakhir fatal. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24/4/2026) malam itu merenggut satu nyawa setelah korban sempat menjalani perawatan intensif dan dinyatakan meninggal dunia dua hari kemudian, Minggu (26/4/26).
Korban meninggal dunia adalah Hadi Surya (48), warga Sebulu, Kutai Kartanegara. Saat kejadian, ia tengah mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox KT 3424 CBO di jalur yang kemudian dilintasi kendaraan pelaku.
Peristiwa bermula dari tabrakan awal yang melibatkan mobil Daihatsu Terios putih bernomor KT 1576 CK yang dikemudikan IS (29). Setelah insiden tersebut, pengemudi tidak menghentikan kendaraan dan justru meninggalkan lokasi kejadian.
Kepolisian menyebut, tabrakan pertama terjadi di Jalan AW Syahrani, Samarinda Ulu, dengan dua sepeda motor. Alih-alih berhenti, pengemudi diduga panik dan terus melaju dengan kecepatan tinggi.
Dalam pelariannya, kendaraan melintasi sejumlah ruas jalan utama, mulai dari Jalan Juanda, Jalan Slamet Riyadi, hingga menyeberangi Jembatan Mahakam IV. Sepanjang rute tersebut, mobil kembali terlibat benturan dengan beberapa pengguna jalan lainnya.
Rangkaian kecelakaan itu berlanjut hingga kendaraan bergerak ke arah pinggiran kota, tepatnya menuju Jalan KH Harun Nafsi dan kawasan Jalan HM Rifadin, Loa Janan Ilir. Di salah satu titik di wilayah tersebut, insiden yang menyebabkan korban jiwa terjadi.
Hadi Surya mengalami luka berat akibat benturan dalam kejadian tersebut. Ia segera dievakuasi ke RSUD IA Moeis untuk mendapatkan penanganan medis.
Meski telah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis, kondisi korban tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah dua hari menjalani perawatan.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, mengatakan pihaknya masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut. “Pengemudi tidak berhenti setelah kecelakaan awal dan terus melaju. Dugaan sementara karena panik,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Data sementara kepolisian mencatat total sembilan orang menjadi korban dalam kejadian ini. Selain satu korban meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat dan tujuh lainnya luka ringan.
Seluruh korban telah mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Polisi juga memastikan pendataan korban dilakukan secara menyeluruh.
Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan kondisi jalan lurus, cuaca cerah, dan arus lalu lintas relatif normal saat kejadian berlangsung. Tidak ditemukan faktor eksternal seperti kerusakan jalan atau cuaca buruk sebagai penyebab kecelakaan.
Unit Laka Lantas Polresta Samarinda kini masih melakukan penyelidikan lanjutan dengan mengumpulkan keterangan saksi, rekaman CCTV, serta barang bukti lainnya. Proses ini dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh serta mengidentifikasi kemungkinan adanya unsur kelalaian dari pengemudi. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









