Sosialisasi 4 Pilar, DPD RI Tekankan Peran Strategis Generasi Muda

oleh -305 Dilihat
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M.Si saat melakukan sosilisasi 4 Pilar (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M.Si, menggelar Sosialisasi Ke-VII Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di YHS Center Samarinda, Jalan Letnan Jenderal Suprapto No. 09, Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kalimantan Timur, Minggu (14/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan nilai kebangsaan di daerah pemilihan Kalimantan Timur.

Acara tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara di Samarinda. Mengusung tema “Merawat Persatuan dalam Kemajemukan: Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Tengah Keberagaman Suku”, forum ini menempatkan dialog lintas budaya sebagai pendekatan utama.

Dalam pemaparannya, Yulianus menekankan bahwa keberagaman Indonesia menuntut strategi sosialisasi yang kontekstual dan inklusif. Ia menyebut perbedaan pola pikir, sistem nilai, serta kebiasaan hidup antarsuku sebagai tantangan yang harus dikelola dengan kehati-hatian.

“Tantangan utama terletak pada perbedaan pola pikir dan sistem nilai tiap suku. Di sejumlah komunitas adat, tradisi masih dipegang kuat, sehingga pendekatan yang tidak sensitif budaya berpotensi menimbulkan resistensi,” ujar Yulianus dalam sambutannya.

Ia menambahkan, kesenjangan akses pendidikan dan informasi antarwilayah juga memengaruhi tingkat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan. Menurutnya, sebagian warga di daerah terpencil belum sepenuhnya mengenal istilah maupun relevansi Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari.

“Kondisi ini menuntut metode sosialisasi yang lebih kreatif, berbasis komunitas, melibatkan tokoh adat, serta memanfaatkan media yang mudah diakses,” katanya. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh informasi kebangsaan secara merata.

Yulianus juga menyoroti peran strategis generasi muda sebagai penghubung antarkelompok sosial. Ia menilai pemuda memiliki keunggulan adaptif dan literasi digital yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai persatuan secara luas.

“Pemuda dapat menunjukkan bahwa Empat Pilar dapat dihidupi dalam gaya hidup modern tanpa harus meninggalkan identitas suku,” ucapnya. Pemanfaatan media sosial, komunitas kreatif, dan kegiatan lintas budaya dinilai mampu memperluas jangkauan pesan kebangsaan.

Selain sebagai penyampai pesan, generasi muda dinilai berperan sebagai agen harmonisasi melalui dialog, aksi sosial, dan kolaborasi multikultural. Keterlibatan mereka dalam organisasi kampus dan komunitas membuka ruang pertukaran budaya yang sehat dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, Yulianus menegaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman moral bersama dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, perlu dihadirkan secara nyata dalam praktik sehari-hari.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan memperkuat kesadaran kolektif masyarakat untuk merawat persatuan di tengah kemajemukan. Dengan pendekatan yang sensitif budaya, kolaboratif, dan melibatkan pemuda, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan diposisikan sebagai upaya strategis memperkokoh jati diri bangsa di tingkat nasional. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *