Cegah Radikalisme Sejak Dini, Polresta Samarinda Gelar Sosialisasi di Dua Sekolah

oleh -316 Dilihat
Eks Napiter Fajri Pahlawan saat memberikan materi di MAN 2 Samarinda (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Kesadaran akan bahaya paham radikalisme terus digelorakan di kalangan pelajar Samarinda. Satuan Intelkam Polresta Samarinda menggelar sosialisasi dan edukasi bertema “Generasi Muda Hebat, Tangguh, dan Anti Radikalisme” pada Sabtu (25/11/25). Kegiatan ini menyasar pelajar tingkat SMA sederajat di dua sekolah, yakni MAN 2 Samarinda dan SMA Negeri 7 Samarinda.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memperkuat daya tangkal generasi muda terhadap ideologi kekerasan dan intoleransi. Melalui pendekatan edukatif, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga keutuhan bangsa di tengah gempuran informasi digital yang semakin terbuka.

Kasat Intelkam Polresta Samarinda, melalui Kabunit II Unit Kamneg Polresta Samarinda Ipda Budianto, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang bahaya paham radikalisme dan terorisme. Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar pelajar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang menyesatkan.

“Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta mendorong semangat nasionalisme, toleransi, dan keberagaman di kalangan pelajar,” ujar Ipda Budianto.

Dalam kegiatan tersebut, Polresta Samarinda turut menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman langsung dengan dunia radikalisme. Fajri Pahlawan, atau yang pernah dikenal dengan nama Abu Zee, berbagi kisah perjalanan hidupnya sebagai mantan narapidana terorisme.

Kehadiran Fajri memberikan perspektif nyata tentang bagaimana seseorang bisa terjerumus ke dalam paham ekstrem. Ia menceritakan awal mula dirinya terpapar ideologi radikal yang bermula dari interaksi di dunia maya.

Fajri Pahlawan foto bersama dengan siswa/i SMA Negeri 7 Samarinda setelah memberikan materi (Foto : Fzi)

“Tanpa disadari, saya mulai terdoktrin dari konten di media sosial. Banyak video yang menampilkan kekejaman dan ketidakadilan, hingga menimbulkan rasa kebencian dalam diri saya,” ungkap Fajri di hadapan peserta.

Ia mengaku proses indoktrinasi berlangsung secara halus melalui narasi yang memanipulasi emosi dan kepekaan sosial. Ketertarikan terhadap isu-isu ketidakadilan perlahan berubah menjadi kebencian terhadap pemerintah dan pihak-pihak tertentu.

Menurut Fajri, pengalaman itu menjadi pelajaran berharga yang kini ia bagikan agar generasi muda tidak mengalami hal serupa. Ia menekankan pentingnya berpikir kritis dan menyaring setiap informasi yang diterima di dunia digital.

Peserta sosialisasi tampak antusias mendengarkan kisah Fajri dan penjelasan dari pihak kepolisian. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan seputar cara mengenali dan menghindari ajakan dari kelompok radikal.

Polresta Samarinda berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata membangun kesadaran dan ketahanan masyarakat, khususnya pelajar, terhadap bahaya ideologi yang mengancam persatuan bangsa.

Kegiatan serupa rencananya akan terus digelar di sejumlah sekolah lain di Samarinda untuk memperluas jangkauan edukasi dan memperkuat generasi muda sebagai garda depan pencegahan radikalisme. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *