Ulasankaltim.id, Samarinda — Seorang ibu rumah tangga ditemukan meninggal dunia di dasar Sungai Mahakam setelah dilaporkan tenggelam saat mencuci pakaian. Peristiwa terjadi pada Rabu siang di kawasan Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Selili, Kota Samarinda.
Korban diketahui bernama Sri Wahyuni, 33 tahun. Ia dilaporkan beraktivitas seperti biasa di jamban umum tepi sungai, sementara anak perempuannya, Nabila, 9 tahun, bermain air tidak jauh dari lokasi ibunya mencuci.
Menurut keterangan warga, rutinitas ibu dan anak itu tidak menimbulkan kecurigaan pada awalnya. Namun, sekitar tengah hari, keduanya tidak lagi terlihat, menyisakan pakaian, ember, dan sandal di lokasi.
“Kami sempat bingung karena biasanya mereka sudah pulang. Tapi siang itu hanya ada peralatan mencuci dan tidak ada orang,” ujar Bambang, salah satu warga sekitar, kepada wartawan.
Karena curiga, Bambang bersama warga lain mulai mencari di sekitar jamban. Pencarian kemudian mengarah ke bawah permukaan air, tempat di mana jasad Sri Wahyuni ditemukan.
“Saya coba selam karena dipanggil tidak ada jawaban. Ternyata beliau sudah tenggelam,” ungkap Bambang.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 11.30 WITA di bawah jamban dan segera dievakuasi ke rumah duka yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sementara itu, anak korban, Nabila, hingga kini belum ditemukan. Diduga ia ikut terbawa arus sungai saat bermain air di sekitar jamban.
Ketua RT 7 Kelurahan Selili, M Jecky, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan, lokasi tempat kejadian memang kerap digunakan warga untuk mandi, mencuci, atau mengambil air sungai.
“Tempat itu sudah biasa digunakan warga. Tapi kami tidak menyangka akan terjadi musibah seperti ini,” ujarnya.
Sejak kejadian, sejumlah relawan bersama warga setempat telah melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai di sekitar titik kejadian.
Tim Search and Rescue (SAR) juga telah diterjunkan untuk memperluas area pencarian. Tim menyisir area sungai menggunakan perahu karet dan alat selam.
Proses pencarian dilakukan dengan hati-hati mengingat arus sungai cukup deras dan kondisi dasar sungai yang berlumpur.
Hingga Rabu sore, belum ada tanda-tanda keberadaan Nabila. Warga berharap proses pencarian segera membuahkan hasil.
“Kami masih terus berupaya mencari anak korban. Semoga segera ditemukan, apa pun kondisinya,” kata seorang relawan di lokasi.
Polisi telah mendatangi tempat kejadian dan melakukan pencatatan awal terkait insiden tersebut.
Pihak keluarga masih menanti perkembangan sambil mengurus pemakaman Sri Wahyuni. Suasana duka menyelimuti kediaman korban.
Pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti tenggelamnya Sri Wahyuni dan dugaan hilangnya Nabila. Namun, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Untuk saat ini, dugaan kuat adalah kecelakaan saat beraktivitas di sungai,” ujar seorang petugas di lokasi.
Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di area sungai, terutama bagi anak-anak.
Pihak kelurahan dan relawan juga mengimbau warga untuk lebih waspada saat menggunakan fasilitas umum di tepian sungai.
Upaya pencarian Nabila masih akan dilanjutkan hingga beberapa hari ke depan atau sampai ada hasil yang pasti. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









