Operasi Patuh 2025: 1.337 Ditilang, Satlantas Ajak Media Perkuat Edukasi

oleh -345 Dilihat
Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad Saat melakukan silaturahmi bersama media dan pegiatan media sosial (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Di tengah arus informasi yang kian cepat dan dinamis, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda memilih jalan kolaborasi. Melalui forum silaturahmi yang digelar Selasa (29/7/25) di kawasan Jalan Rapak Indah, Satlantas menggandeng awak media dan pegiat media sosial untuk memperkuat peran edukatif dalam keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Satlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad. Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya peran media dan komunitas digital dalam membangun kesadaran hukum serta membentuk perilaku berlalu lintas yang lebih disiplin di masyarakat.

Kompol La Ode menyebutkan bahwa media sosial kini menjadi jalur utama informasi publik. Dengan daya jangkau yang luas dan cepat, platform digital dinilai efektif dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami ingin membangun kemitraan yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membuka ruang koreksi dan evaluasi atas kinerja kami,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol La Ode turut memaparkan hasil dari Operasi Patuh 2025 yang berlangsung selama dua pekan, mulai 14 hingga 27 Juli. Operasi ini difokuskan pada penindakan terhadap pelanggaran yang berisiko menimbulkan kecelakaan.

Selama operasi berlangsung, tercatat 1.337 pelanggaran yang ditindak dengan tilang oleh petugas. Jenis pelanggaran terbanyak masih berkaitan dengan kelalaian pengendara sepeda motor, seperti tidak mengenakan helm sesuai standar.

Di sisi lain, Satlantas juga memberikan 1.932 teguran sebagai bentuk pendekatan persuasif kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan. Langkah ini diambil untuk mendorong peningkatan kesadaran secara bertahap, bukan semata melalui sanksi.

Kompol La Ode mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang belum menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam berkendara. Kondisi ini menurutnya perlu ditangani melalui pendekatan komunikasi yang lebih kreatif dan masif.

“Kampanye keselamatan harus menyentuh sisi emosional dan rasional masyarakat. Di sinilah peran media sangat kami harapkan,” tambahnya.

Dalam sesi dialog, beberapa peserta mengusulkan penguatan konten visual serta pemanfaatan tren digital sebagai sarana kampanye yang lebih relevan dan komunikatif. Usulan ini dinilai sejalan dengan pola konsumsi informasi masyarakat saat ini.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan edukasi lalu lintas yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Satlantas berkomitmen menjadikan media dan komunitas daring sebagai mitra strategis dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.

Menutup kegiatan, Kompol La Ode menegaskan bahwa kehadiran kepolisian tidak hanya bertujuan menegakkan aturan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi atas permasalahan lalu lintas yang ada. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *